Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya terhadap sektor kesehatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus penyakit saluran pernapasan yang rentan muncul saat cuaca panas dan tingkat debu di udara meningkat.
Kelompok balita dan lanjut usia (lansia) disebut menjadi kelompok paling berisiko mengalami gangguan kesehatan selama musim kemarau.
Data Dinkes Kabupaten Madiun menunjukkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia masih ditemukan dalam tiga bulan terakhir.
Pada Maret 2026 tercatat 800 kasus ISPA dan 119 kasus pneumonia.
Angka tersebut meningkat pada April menjadi 897 kasus ISPA dan 101 kasus pneumonia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujiyanto mengatakan, kondisi udara yang panas dan berdebu menjadi faktor yang dapat memperburuk kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
"Meski pada Mei tren kasus mulai menurun, masyarakat tidak boleh lengah. Kondisi udara yang kering dan berdebu bisa memicu penyakit pernapasan, terutama pada balita dan lansia," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Madiun.
Puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pemantauan terhadap penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Tidak hanya ISPA dan pneumonia, fasilitas kesehatan juga diminta mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus influenza, diare, hingga demam berdarah dengue (DBD).
Menurut Agung, ancaman DBD tetap perlu diwaspadai karena hujan yang masih berpotensi turun di tengah musim kemarau dapat memicu perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit tersebut.
"Seluruh puskesmas kami minta memastikan ketersediaan obat-obatan, kesiapan ruang rawat inap, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat," katanya.
Petugas kesehatan di puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), hingga pondok bersalin desa (polindes) juga diminta aktif melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah masing-masing.
Apabila ditemukan peningkatan kasus tertentu, Dinkes akan segera melakukan investigasi lapangan guna mencegah penyebaran penyakit secara lebih luas.
Selain memperkuat layanan kesehatan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama musim kemarau.
Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan debu.
Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi akibat meningkatnya suhu udara.
"Jika muncul gejala gangguan kesehatan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Seluruh layanan kesehatan siap memberikan penanganan," tegas Agung. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto