Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Investasi Kabupaten Madiun Tembus 50 Persen Target, Industri Alas Kaki Mendominasi

Dian Rahayu • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:30 WIB
INCAR INVESTASI: PT SIER dan PT KIG bersaing mengelola kawasan industri Kabupaten Madiun yang disiapkan hingga 500 hektare. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
INVESTASI TUMBUH: Kabupaten Madiun mencatat realisasi investasi sekitar 50 persen dari target Rp 1,3 triliun pada triwulan kedua 2026. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Capaian investasi di Kabupaten Madiun menunjukkan tren positif.

Hingga triwulan kedua 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar 50 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp 1,3 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun Anang Sulistijono mengatakan, capaian tersebut membuat pemerintah daerah optimistis target investasi tahun ini dapat terpenuhi.

“Tahun ini targetnya Rp 1,3 triliun, sampai triwulan kedua ini realisasinya sudah separo atau sekitar 50 persen,” ujarnya, Rabu (10/6).

Menurut Anang, kontribusi terbesar investasi masih berasal dari sektor industri padat karya.

Industri alas kaki menjadi salah satu sektor yang paling aktif berkembang di Kabupaten Madiun dalam beberapa tahun terakhir.

Selain industri alas kaki, terdapat sejumlah rencana investasi baru yang tengah diproses, termasuk pembangunan pabrik stainless dan beberapa industri padat karya lainnya di Kecamatan Balerejo.

“Mayoritas yang sekarang berkembang adalah industri padat karya, terutama yang berkaitan dengan alas kaki. Ada sekitar empat titik yang sudah kami pastikan. Selain itu ada juga rencana pembangunan pabrik stainless serta beberapa investasi padat karya lainnya di Kecamatan Balerejo,” katanya.

Anang menjelaskan, salah satu faktor yang membuat Kabupaten Madiun semakin diminati investor adalah tingkat Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang relatif lebih kompetitif dibanding kawasan industri ring 1 Jawa Timur seperti Surabaya dan Sidoarjo.

Selain itu, keberadaan infrastruktur jalan tol turut memberikan keuntungan tersendiri bagi dunia usaha karena mempercepat distribusi barang dan menekan biaya logistik.

“Industri padat karya biasanya membutuhkan karyawan banyak. Dengan UMK di sini lebih rendah dari ring 1 dan Madiun punya dua exit tol, itu menjadi daya tarik lebih bagi investor datang ke sini,” terangnya.

Ia menambahkan, ketersediaan tenaga kerja lokal serta komitmen pemerintah daerah yang terbuka terhadap investasi juga menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.

Kawasan yang berada di sekitar koridor jalan tol saat ini menjadi wilayah paling diminati untuk pengembangan industri berskala besar.

Karena itu, pemkab memfokuskan pengembangan investasi di sejumlah kecamatan yang memiliki akses langsung menuju jaringan tol.

“Secara umum investor memang lebih banyak mengincar wilayah sekitar exit tol. Mulai Kecamatan Pilangkenceng, Mejayan, Wonoasri, Balerejo hingga Kecamatan Madiun. Kawasan-kawasan ini menjadi potensi besar untuk pengembangan investor skala besar,” pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#industri padat karya #investor Madiun #investasi kabupaten madiun #exit tol madiun #DPMPTSP Kabupaten Madiun