Jawa Pos Radar Madiun – Program Bhakti Harmoni Bersih, Sehat Sejahtera (Bahana Bersahaja) kembali menyapa masyarakat.
Kali ini, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, menjadi lokasi pelaksanaan program unggulan Pemkab Madiun yang menghadirkan puluhan layanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengaku terkesan dengan perkembangan ekonomi masyarakat Bangunsari, khususnya sektor UMKM yang menunjukkan tren positif.
“Utamanya peningkatan UMKM yang ada di Bangunsari. Jadi tadi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB)-nya juga lumayan banyak, ya. Kemudian sertifikat halalnya juga. Ini menunjukkan peningkatan jumlah dan layanan UMKM terus bertumbuh,” ujar Mas Hari Wur, sapaan akrab Bupati Madiun, Rabu (10/6) lalu.
Menurutnya, Bahana Bersahaja tidak hanya menghadirkan pelayanan administrasi, tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku usaha.
Program inkubator bisnis yang digelar meliputi pelatihan pengemasan produk, pemasaran digital, hingga strategi promosi melalui konten dan live streaming.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya pemanfaatan layanan publik yang disediakan selama kegiatan berlangsung.
Sebanyak 38 layanan dari berbagai instansi hadir di lokasi, mulai kepolisian, BPJS Kesehatan, Kementerian Agama, Kantor Imigrasi, hingga sejumlah instansi vertikal lainnya.
“Tidak hanya warga Bangunsari, masyarakat dari Bader, Doho, dan desa sekitar juga memanfaatkan layanan yang kami hadirkan,” katanya.
Salah satu layanan yang paling diminati adalah pelayanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM).
Selama kegiatan berlangsung, sedikitnya 16 SIM berhasil dicetak melalui layanan keliling Polres Madiun.
Pelaksanaan Bahana Bersahaja dimulai sejak Selasa (9/6) dengan berbagai agenda.
Mulai pasar murah yang menjual kebutuhan pokok di bawah harga pasar, pertandingan voli bersama Forkopimda, hingga Sarasehan Bahana Bersahaja di Lapangan Beran.
Dalam sarasehan tersebut, pemkab menyalurkan berbagai bantuan sosial, mulai bantuan penyandang disabilitas, pengembangan usaha, jam digital masjid, bibit pohon, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).
Acara juga dimeriahkan atraksi pencak silat, campursari Sukoroncong, dan hiburan dagelan Abah Kirun.
Memasuki hari kedua, bupati mengawali kegiatan dengan salat subuh berjamaah di Masjid Baitussalim.
Agenda dilanjutkan penyaluran bantuan sosial secara door to door kepada lima lansia, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), peninjauan sentra Creative Hub Madu Mongso Mbak Rina, hingga kerja bakti pavingisasi di sisi selatan Lapangan Beran.
Pavingisasi tersebut menjadi bagian dari pembangunan fasilitas jogging track yang disiapkan untuk menunjang aktivitas olahraga masyarakat.
“Kami ada 15 program, termasuk fasilitas infrastruktur penunjang. Termasuk tadi pavingisasi di selatan lapangan tadi untuk jogging. Karena kami ingin masyarakat Bangunsari juga sehat,” tambahnya.
Selain itu, bupati juga melakukan pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), meninjau layanan kesehatan gratis, serta menyerahkan dokumen NIB, SPPT, dan sertifikat halal secara simbolis kepada masyarakat.
Sementara itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun turut terlibat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Mulai peninjauan posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB), kelas yoga ibu hamil, bimbingan ketahanan keluarga, Gerakan Bunda Literasi di SDN Bangunsari 01, hingga program Pekarangan Pangan Lestari dan bank sampah. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto