Jawa Pos Radar Madiun – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun optimistis mampu melampaui target serapan gabah tahun 2026.
Hingga 8 Juni lalu, realisasi penyerapan telah mencapai 57.374 ton atau 74,26 persen dari target tahunan sebesar 77.259 ton.
Capaian tersebut diraih saat tahun berjalan belum memasuki semester kedua.
Kondisi itu menjadi sinyal positif bagi Bulog untuk menuntaskan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Dengan capaian saat ini, kami sangat optimistis serapannya bisa melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Kepala Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto, Jumat (12/6).
Menurut Agung, potensi penambahan serapan masih terbuka lebar.
Bulog saat ini menunggu gelombang panen berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada akhir Juni hingga Juli mendatang.
Untuk mengantisipasi peningkatan hasil panen petani, Bulog telah menyiapkan kapasitas penyimpanan tambahan.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh hasil serapan dapat tertampung dengan baik tanpa mengganggu kelancaran distribusi.
Agung mengakui gudang induk Bulog saat ini sudah terisi penuh.
Namun, pihaknya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan memanfaatkan gudang sewa yang berada di wilayah Madiun dan Ngawi.
“Petani tidak perlu khawatir. Kapasitas ruang simpan yang tersedia masih cukup longgar, sekitar 25 ribu ton setara beras,” katanya.
Dalam program penyerapan gabah, Bulog tetap mempertahankan harga pembelian pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Selain itu, petani juga memperoleh tambahan biaya angkut sebesar Rp 200 per kilogram untuk pengiriman ke fasilitas pengolahan.
Bulog juga menggandeng Babinsa TNI dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dalam pelaksanaan penyerapan di lapangan.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan petani mendapatkan harga sesuai ketentuan pemerintah dan terhindar dari praktik pembelian di bawah harga acuan.
Di sisi lain, ketersediaan cadangan beras pemerintah di wilayah kerja Bulog Madiun saat ini berada dalam kondisi aman. Stok yang tersimpan mencapai sekitar 81 ribu ton beras.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan berbagai program pemerintah, mulai Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga bantuan pangan bagi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Stok sangat aman dan akan terus bertambah seiring berjalannya serapan gabah di wilayah kerja kami,” pungkas Agung. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto