Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dinkes Kabupaten Madiun Kejar 1.400 Kasus TBC, Strategi Jemput Bola Digencarkan

Dian Rahayu • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:15 WIB
Petugas kesehatan melakukan skrining TBC sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran tuberkulosis di Kota Madiun. DOK JAWA POS RADAR MADIUN
DETEKSI DINI: Petugas Dinkes Kabupaten Madiun melakukan skrining kesehatan dalam kegiatan Bahana Bersahaja di Kelurahan Bangunsari. DOK JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun terus memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui program Active Case Finding (ACF).

Strategi jemput bola dipilih untuk mempercepat deteksi penderita sekaligus mengejar target temuan kasus yang masih cukup tinggi tahun ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto mengatakan, target penemuan kasus TBC sepanjang 2026 mencapai 1.892 kasus.

Namun hingga awal Juni, jumlah kasus yang berhasil ditemukan baru mencapai 445 orang.

“Target temuan kasus TBC tahun ini mencapai 1.892 kasus. Namun hingga awal Juni ini yang berhasil ditemukan baru mencapai 445 kasus,” ujarnya, Jumat (12/6).

Artinya, masih terdapat lebih dari 1.400 kasus yang harus ditemukan melalui berbagai kegiatan skrining dan pelacakan aktif di masyarakat.

Karena itu, Dinkes terus memperluas pelaksanaan ACF di berbagai wilayah.

Salah satu kegiatan terbaru dilakukan saat program Bahana Bersahaja di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo.

Momentum tersebut dimanfaatkan petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan edukasi kepada masyarakat terkait gejala serta pencegahan TBC.

Menurut Agung, percepatan penemuan kasus menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan.

Semakin cepat pasien terdeteksi, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga peluang sembuh menjadi lebih besar.

Selain melakukan pengobatan terhadap pasien, Dinkes juga menjalankan investigasi kontak terhadap anggota keluarga yang tinggal serumah.

Mereka akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) guna menekan risiko penularan.

“Tingkat kesembuhan TBC di Kabupaten Madiun saat ini sudah mencapai 83 persen. Setelah dua bulan pengobatan sebenarnya pasien sudah tidak menularkan, tetapi pengobatan harus tetap dilanjutkan hingga enam bulan agar benar-benar sembuh,” jelasnya.

Dinkes menegaskan seluruh layanan pengobatan TBC di fasilitas kesehatan pemerintah diberikan secara gratis.

Bahkan, pasien juga mendapatkan bantuan makanan tambahan untuk menjaga kondisi gizi selama menjalani pengobatan.

Agung menekankan bahwa keberhasilan terapi sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat.

Karena itu, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung proses penyembuhan.

“Yang paling penting pasien harus patuh minum obat selama enam bulan penuh. Peran keluarga sangat dibutuhkan untuk mendampingi dan mengingatkan pasien agar tidak terlambat mengonsumsi obat,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Madiun, wilayah kerja Puskesmas Sumbersari dan Puskesmas Klenceng menjadi daerah dengan jumlah temuan kasus TBC terbanyak hingga saat ini. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#TBC Kabupaten Madiun #active case finding #pengobatan TBC gratis #skrining TBC #Dinkes Kabupaten Madiun