Jawa Pos Radar Madiun - Persekama Kabupaten Madiun dipastikan tidak ambil bagian dalam Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026.
Klub kebanggaan Bumi Kampung Pesilat itu memilih menepi akibat belum terbentuknya kepengurusan baru Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Madiun.
Absennya Persekama menjadi pukulan bagi pembinaan sepak bola usia muda di Kabupaten Madiun.
Sebab, ajang tersebut selama ini menjadi panggung utama bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat provinsi.
Sekretaris Umum Persekama Kabupaten Madiun Ansori membenarkan keputusan tersebut.
Menurut dia, kondisi organisasi yang belum berjalan normal membuat Persekama belum bisa menyusun program kompetisi maupun pembinaan secara optimal.
“Untuk tahun ini (Persekama) absen dulu. Karena belum ada kepengurusan, kami memilih menunggu dulu pengurus yang baru terbentuk untuk melaksanakan program kegiatan,” ungkapnya, Sabtu (13/6).
Mandeknya roda organisasi Askab PSSI Madiun membuat sejumlah agenda sepak bola daerah ikut terdampak.
Termasuk persiapan tim untuk mengikuti kompetisi kelompok umur paling bergengsi di Jawa Timur tersebut.
Meski Persekama tidak berpartisipasi, peluang pemain muda asal Kabupaten Madiun tampil di Piala Soeratin belum sepenuhnya tertutup.
Ansori mengatakan, pesepak bola muda dari Madiun masih berpeluang berangkat melalui klub lokal atau Sekolah Sepak Bola (SSB) yang memiliki afiliasi dan memenuhi syarat mengikuti kompetisi.
Namun, mereka tidak akan tampil membawa nama Persekama seperti pada edisi-edisi sebelumnya.
“Bila ada yang berangkat dari Madiun, mungkin itu nanti atas nama SSB yang terafiliasi, bukan Persekama. Karena selama ini memang belum ada pembahasan lebih lanjut antar-klub anggota,” imbuhnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto