Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun mulai bersiap menghadapi rangkaian kegiatan Bulan Suro atau Muharram 1448 Hijriah.
Berbagai agenda masyarakat, mulai tradisi Suroan, Suran Agung perguruan pencak silat, hingga kegiatan budaya dan keagamaan diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat dalam jumlah besar.
Menghadapi momentum tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
“Keamanan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya tanggung jawab Pak Polisi atau Pak TNI, tapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya, Senin (15/6).
Menurut bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur itu, Bulan Muharram harus menjadi momentum untuk menunjukkan wajah Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia yang damai, aman, dan penuh semangat persaudaraan.
Dia berharap seluruh perguruan pencak silat dapat berperan aktif menjaga kondusivitas wilayah sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini kerap dikaitkan dengan berbagai kegiatan selama Bulan Suro.
“Tahun baru ini kita sambut dengan riang gembira dan meningkatkan potensi yang ada, termasuk UMKM,” katanya.
Hari menilai rangkaian kegiatan Suro tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.
Keramaian yang tercipta dinilai mampu menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi rakyat lainnya.
“Stigma yang dulu akan kita hilangkan. Potensi Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia harus bisa menunjukkan bahwa kegiatan pesilat juga membawa dampak positif,” jelasnya.
Untuk mendukung program Aman Suro 2026, Pemkab Madiun telah melakukan koordinasi lintas sektor bersama aparat keamanan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sejumlah instansi seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan dilibatkan dalam persiapan pengamanan.
“Dinas terkait sudah memfasilitasi. Kami juga sudah rapat koordinasi dengan Polres Madiun karena leading sector keamanan dan ketertiban masyarakat ada di polres, sementara kita memberikan dukungan,” imbuhnya.
Selain pengamanan di lokasi kegiatan, perhatian khusus juga diberikan pada wilayah perbatasan yang berpotensi menjadi jalur mobilitas masyarakat selama Bulan Suro berlangsung.
Pemkab bersama aparat keamanan menyiapkan pengamanan di sejumlah titik strategis, termasuk perbatasan Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Nganjuk dan Ponorogo.
“Kami juga pasang pengamanan di perbatasan Madiun-Nganjuk dan Madiun-Ponorogo. Termasuk titik-titik masyarakat berkumpul, semua sudah kita siapkan,” tuturnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto