Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sekda Kabupaten Madiun Gagas Literasi Sejarah, Ingin Generasi Muda Kenal Warisan Daerah

AA Arsyadani • Rabu, 17 Juni 2026 | 17:13 WIB
Direktur Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana, dua dari kanan, GM Radar Madiun Arfinanto Arsyadani, kiri, bersilahturahmi dengan Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto. (RADAR MADIUN)
Direktur Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana, dua dari kanan, GM Radar Madiun Arfinanto Arsyadani, kiri, bersilahturahmi dengan Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto. (RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun – Di balik perkembangan Kabupaten Madiun hari ini, tersimpan jejak panjang sejarah yang belum seluruhnya dikenal generasi muda.

Dari warisan budaya, situs bersejarah, hingga tosan aji, banyak cerita masa lalu yang menunggu untuk digali kembali.

Kesadaran itulah yang mendorong Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto menggagas penguatan literasi sejarah di wilayahnya.

Menurut dia, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan bagian penting dari identitas daerah yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga: Bea Cukai Madiun Musnahkan 4,63 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp 4,27 Miliar

“Kalau bicara sejarah, Kabupaten Madiun memiliki banyak warisan yang luar biasa. Salah satunya Keris Tangguh Madiun yang dikenal luas oleh para pecinta tosan aji dan memiliki nilai sejarah yang tinggi,” ujarnya saat menerima kunjungan manajemen Jawa Pos Radar Madiun di Puspem Caruban, Rabu (17/6).

Sigit menilai, upaya mengenalkan sejarah daerah tidak cukup hanya melalui pelajaran di sekolah.

Diperlukan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda agar mereka tertarik mempelajari sekaligus menjaga warisan leluhur.

Salah satu gagasan yang muncul adalah menggelar lomba penulisan sejarah untuk kalangan pelajar.

Selain itu, kegiatan diskusi, penelusuran situs bersejarah, hingga ekspedisi budaya juga dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik.

“Ke depan, saya berharap ada lomba penulisan sejarah tingkat pelajar. Dengan begitu anak-anak muda bisa lebih mengenal daerahnya sendiri dan tumbuh rasa memiliki terhadap warisan sejarah yang ada,” katanya.

Menurut Sigit, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan gerakan literasi sejarah.

Mulai dari pemerintah, komunitas sejarah, akademisi, hingga media massa perlu bersinergi agar pengetahuan sejarah tidak berhenti di ruang-ruang akademik semata.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Direktur Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira.

Menurut dia, Kabupaten Madiun memiliki banyak potensi sejarah yang layak diangkat dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Baca Juga: KUR BRI Tembus Rp 84,36 Triliun, Sektor Pertanian Serap Pembiayaan Terbesar

“Masih banyak kisah dan peninggalan sejarah di Kabupaten Madiun yang menarik untuk ditelusuri. Semakin banyak yang mengenal sejarah daerahnya, semakin kuat pula rasa memiliki dan kepedulian untuk melestarikannya,” ujarnya.

Bagi Ockta, sejarah bukan hanya tentang masa lalu, melainkan fondasi yang membentuk karakter dan identitas sebuah daerah.

Karena itu, upaya merawat ingatan kolektif masyarakat perlu terus dilakukan agar warisan tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman. (fin)

Editor : Andi Chorniawan
#literasi #sejarah #sekda #madiun #Sigit Budiarto