Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun hingga pertengahan Juni 2026 masih berada di bawah target yang diharapkan.
Salah satu penyebabnya adalah lambatnya pelaporan penerimaan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sektor kesehatan.
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun menunjukkan capaian PAD baru menyentuh Rp 113,3 miliar atau sekitar 26,15 persen dari target tahun ini sebesar Rp 433,2 miliar.
Sekretaris Bapenda Kabupaten Madiun Ari Nursurrahmat menjelaskan, kontribusi terbesar sementara masih berasal dari sektor pajak daerah.
Realisasinya mencapai Rp 68,3 miliar atau 37,85 persen dari target Rp 180,4 miliar.
Sebaliknya, sektor retribusi daerah masih bergerak lambat.
Kondisi tersebut dipengaruhi belum optimalnya pencatatan dan pelaporan penerimaan dari BLUD kesehatan, terutama puskesmas dan RSUD Caruban.
Dari target penerimaan BLUD kesehatan sebesar Rp 222,7 miliar, hingga kini baru terealisasi Rp 29,1 miliar.
"Di kas daerah sifatnya hanya pencatatan, jadi kami harus menunggu laporan resmi dari puskesmas dan RSUD. Saat ini diduga kuat banyak penerimaan yang belum dilaporkan. Padahal jika merujuk pada perencanaan anggaran kas, idealnya serapan pos tersebut minimal sudah masuk 30 hingga 40 persen," jelasnya, Minggu (21/6).
Menurut Ari, rendahnya angka yang tercatat saat ini belum tentu mencerminkan kondisi riil penerimaan di lapangan.
Sebab, sebagian pendapatan kemungkinan sudah masuk di unit layanan kesehatan, tetapi belum dilaporkan secara administratif ke pemerintah daerah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bapenda meminta seluruh BLUD kesehatan mempercepat penyampaian laporan penerimaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain itu, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah juga akan diperkuat melalui rekonsiliasi data secara berkala agar perbedaan pencatatan dapat segera diselesaikan.
"Kami juga akan lebih intensif menggelar rekonsiliasi data secara triwulanan bersama organisasi perangkat daerah terkait," katanya.
Langkah tersebut dilakukan agar realisasi PAD dapat berjalan sesuai proyeksi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Meski saat ini capaian masih di bawah target, Bapenda tetap optimistis seluruh penerimaan daerah dapat tercapai hingga akhir tahun.
"Kami tetap optimistis seluruh target penerimaan bisa rampung 100 persen di akhir tahun nanti," tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto