Jawa Pos Radar Madiun - Pemkab Madiun menargetkan pembangunan rampung dalam waktu dekat sehingga dapat segera digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Supriyadi mengatakan saat ini pekerjaan yang tersisa mayoritas berada pada tahap penyelesaian akhir atau finishing.
"Laporan sudah 86 persen, insya Allah harapannya Juni atau awal Juli ini sudah selesai," ungkapnya, Senin (22/6).
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu dengan dukungan fasilitas pendidikan dan kebutuhan siswa yang disediakan secara gratis.
Karena menjadi bagian dari program strategis nasional, penyelesaian pembangunan terus dipantau agar sesuai target waktu yang telah ditetapkan pemerintah.
Meski demikian, Supriyadi tidak merinci bagian pekerjaan yang telah selesai maupun yang masih dalam proses pengerjaan.
Menurutnya, urusan teknis pembangunan fisik menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) yang selama ini bertanggung jawab melakukan koordinasi pelaksanaan proyek.
Sementara itu, Dinsos berperan melakukan monitoring terhadap perkembangan pembangunan agar berjalan sesuai jadwal.
"Terkait pembangunan ini ranahnya DPU-PR. Kami hanya melakukan monitoring agar time schedule yang ditentukan pemerintah bisa tepat waktu," tuturnya.
Supriyadi menjelaskan koordinasi pembangunan dilakukan secara intensif antara pelaksana proyek dengan DPU-PR tingkat kabupaten maupun provinsi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Pemkab Madiun juga terus mengawasi progres pembangunan secara langsung.
Bahkan, Bupati Madiun disebut rutin melakukan peninjauan ke lokasi proyek guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
"Setiap saat, setiap waktu Pak Bupati melakukan peninjauan," pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto