Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Madiun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Selain harus mendatangi rumah warga secara door to door, para petugas juga dituntut beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Bahkan, sejumlah petugas sensus dilaporkan jatuh sakit saat menjalankan tugas pendataan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti mengatakan dari total lebih dari 800 petugas sensus yang diterjunkan, beberapa di antaranya mengalami gangguan kesehatan akibat aktivitas lapangan yang cukup padat.
“Dari total 800-an petugas kami, ada beberapa yang tumbang atau sakit. Namun, selama masih sanggup, mereka akan melanjutkan kembali. Jika terpaksa mengundurkan diri, kami sudah menyiapkan petugas cadangan dari database kemitraan,” ujarnya, Rabu (24/6).
Meski menghadapi kendala tersebut, progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Madiun saat ini telah mencapai sekitar 9 persen.
Menurut Wisma, perlambatan sempat terjadi pada fase awal pelaksanaan.
Selain faktor cuaca, banyaknya petugas baru yang harus beradaptasi dengan sistem pendataan juga memengaruhi kecepatan kerja di lapangan.
Untuk mengejar target penyelesaian pada 20 Agustus mendatang, setiap petugas diwajibkan menyelesaikan pendataan antara 8 hingga 10 rumah tangga atau pelaku usaha setiap hari.
“Harapannya hanya minggu pertama ini saja masa penyesuaian, ke depan semoga petugas SE 2026 di Kabupaten Madiun semakin lancar dalam menjalankan tugasnya sesuai target,” imbuhnya.
BPS juga menyiapkan waktu cadangan selama 11 hari sebelum batas akhir sensus pada 31 Agustus 2026.
Periode tersebut digunakan untuk evaluasi data sekaligus mengantisipasi adanya anomali atau ketidaksesuaian hasil pendataan.
Untuk mempercepat capaian, BPS menerapkan sistem pengawasan ketat melalui briefing mingguan setiap Jumat pagi.
Selain itu, penanggung jawab (PJ) di masing-masing kecamatan diminta aktif melakukan monitoring terhadap kinerja petugas lapangan.
Sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan dengan memanfaatkan berbagai agenda pemerintah daerah agar warga memahami pentingnya sensus ekonomi.
Wisma mengapresiasi respons masyarakat Kabupaten Madiun yang dinilai cukup baik selama pelaksanaan sensus berlangsung.
“Respons warga sejauh ini sangat baik dan belum ada penolakan. Kami berharap keterbukaan dan kejujuran dari responden terus terjaga agar mobilitas petugas yang mengejar target harian bisa berjalan lancar dan maksimal,” tandasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto