Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Program tersebut menjadi salah satu strategi meningkatkan konsumsi protein hewani, khususnya bagi ibu hamil dan balita.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun, Soedjiono, mengatakan Gemarikan merupakan bagian dari intervensi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
"Gemarikan ini kami dorong untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat," ujarnya, Minggu (28/6).
Melalui program tersebut, Disperta menyalurkan bantuan paket ikan segar kepada kelompok sasaran, terutama ibu hamil dan balita yang membutuhkan asupan protein untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Salah satu lokasi pelaksanaan program berada di Kecamatan Kebonsari. Wilayah tersebut dipilih karena masih ditemukan kasus stunting.
"Di Desa Balerejo masih terdapat tujuh anak yang mengalami stunting. Karena itu kami lakukan intervensi melalui program Gemarikan agar kebutuhan protein anak dapat terpenuhi," katanya.
Soedjiono mengungkapkan tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun saat ini masih lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur.
Data Disperta mencatat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun baru mencapai 14,71 kilogram per kapita per tahun, sedangkan rata-rata konsumsi ikan masyarakat Jawa Timur telah mencapai 22 kilogram per kapita per tahun.
Untuk meningkatkan angka tersebut, pemerintah daerah tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi ikan, tetapi juga memperkuat sektor budidaya ikan air tawar.
"Kabupaten Madiun tidak memiliki wilayah laut, sehingga kami mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar. Harapannya, hasil budidaya dapat meningkatkan kesejahteraan petani ikan sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat," tutur Soedjiono. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto