Jawa Pos Radar Madiun - Mengembangkan potensi dan karakter anak didik tidak boleh terisolasi di dalam sekat-sekat ruang kelas yang monoton.
Dunia pendidikan harus mampu menjadikan lingkungan sosial, situs sejarah, dan pusat aktivitas masyarakat sebagai laboratorium hidup yang interaktif.
Strategi taktis inilah yang sukses dieksekusi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun melalui sebuah program unggulan yang berdampak ganda.
Di bawah komando Agus Sucipto, Dikbud Kabupaten Madiun meluncurkan program Master Cete (Masyarakat Terdidik, Cerdas, dan Terampil).
Program outdoor learning ini dirancang khusus untuk menyukseskan visi Pemkab Madiun di bawah kepemimpinan Bupati Hari Wuryanto dan Wabup dr. Purnomo Hadi dalam mewujudkan daerah yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja).
"Melalui skema Master Cete, kami memastikan seluruh anak didik pada jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pacitan minimal satu kali dalam setahun merasakan sensasi pembelajaran mendalam di luar kelas, dengan memanfaatkan kekayaan destinasi wilayah sendiri,"
urai Kepala Dikbud Kabupaten Madiun, Agus Sucipto.
Memasuki tahun 2026 ini, cakupan program Master Cete mengalami perluasan ekspansif menjadi 10 titik strategis setelah sukses melalui fase uji coba pada 2025 lalu.
Destinasi edukasi tersebut tersebar mulai dari Madiun Umbul Square, Monumen Kresek, Waduk Bening Widas, Pasar Pundensari, Waduk Dawuhan,
venue Paralayang Watubayang, Taman Lembang Ngale, Kampung Ceria Pula, hingga Lapangan Bangunsari Dolopo.
Menariknya, program dengan kuota harian mencapai 150 hingga 200 siswa ini tidak hanya sekadar memindahkan jam belajar biasa.
Di lokasi kegiatan, para siswa dibekali pelatihan praktis tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,
pengenalan permainan tradisional, senam bugar, serta unjuk bakat seni melalui panggung showcase interaktif yang efektif memupuk rasa percaya diri anak.
Siswa juga dibekali keterampilan tangan (lifeskill) lokal seperti seni merangkai kerajinan janur.
Dampak yang ditimbulkan dari inovasi bentukan Agus Sucipto ini ternyata melesat melampaui sektor pendidikan formal.
Lewat skema tarif khusus hasil kerja sama dengan para pengelola wisata, perputaran uang dan aktivitas niaga para pelaku UMKM di sekitar lokasi melonjak drastis.
Baca Juga: Pemkot Madiun Revitalisasi Rumah Tahanan Militer Jadi Destinasi Heritage
Pasar dan warung lokal yang semula hanya mengandalkan momentum hari Minggu, kini tetap beroperasi aktif dan meraup omzet harian pada hari efektif sekolah seperti Selasa, Rabu, dan Kamis.
Keberhasilan formula pengondisian lapangan ini bahkan sukses memikat perhatian Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jatim,
serta diadopsi oleh Kementerian Dikdasmen untuk dijadikan percontohan program serupa di tingkat nasional.
Atas dedikasi tinggi, kreativitas program, serta keberhasilan membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan ini,
Agus Sucipto dinilai sangat layak dianugerahi penghargaan Special Achievement dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Agus menegaskan bahwa penghargaan ini didedikasikan untuk seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Madiun yang terus berkomitmen melahirkan generasi cerdas berkarakter tangguh.
"Jadwal Master Cete sudah tersusun rapi sepanjang tahun untuk seluruh sekolah. Kami ingin memastikan anak-anak kita tumbuh dengan wawasan yang luas, bangga pada identitas daerahnya, sekaligus membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat sekitar," pungkasnya. (odi/ser/naz)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun