Jawa Pos Radar Madiun - Parameter keberhasilan sebuah institusi pendidikan tidak boleh ditakar dari tingginya angka kelulusan akademik semata.
Anggapan ini dipegang teguh oleh SMPN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun. Melalui gagasan dari sang nakhoda sekolah, Budi Santoso,
sekolah ini memosisikan pembentukan moral sebagai jangkar utama sebelum memoles kecerdasan intelektual para siswa.
Langkah taktis ini dituangkan ke dalam visi besar Cerdas Berkarakter. Visi tersebut lahir sebagai respons konkret atas keprihatinan terhadap perilaku remaja masa kini,
mulai dari kendala kedisiplinan, tutur kata kasar, hingga dampak salah pergaulan di dunia digital.
Baca Juga: Berbasis Data Rapor Pendidikan, SMPN 4 Saradan Sukses Pangkas Angka Absen Siswa
Bagi Budi, membiarkan anak didik tumbuh pintar tanpa bekal moralitas yang kokoh justru dapat memicu tindakan manipulatif yang merugikan di masa depan.
"Kecerdasan tinggi tanpa moralitas yang baik itu berbahaya. Karakter tidak bisa sekadar diimbau lewat kata-kata,
melainkan harus dibentuk dari keteladanan nyata dan pembiasaan konsisten setiap hari," tegas Budi Santoso.
Guna mengunci implementasi visi tersebut, SMPN 2 Mejayan menerapkan ekosistem pembiasaan yang disiplin.
Setiap pagi, siswa disambut langsung oleh jajaran guru piket di gerbang sekolah. Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai,
seluruh siswa diwajibkan mengikuti ruang spiritualitas selama 15 menit; siswa muslim melakukan pembacaan ayat suci Al-Qur'an,
Baca Juga: Padukan Infak dan Ketahanan Pangan, SMPN 1 Pilangkenceng Sukses Bangun Budaya ASRI
sementara siswa non-muslim berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing.
Sistem ini diperkuat dengan program Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) serta pendampingan khusus,
yang persuasif bagi siswa yang memerlukan pembinaan perilaku. Hasil dari komitmen kepemimpinan ini mulai berbuah manis.
Iklim pendidikan di SMPN 2 Mejayan bertransformasi positif yang ditandai dengan meningkatnya sopan santun, ketertiban berpakaian,
serta keharmonisan tutur kata siswa dalam keseharian. Dampak alaminya, suasana belajar yang kondusif ini turut mendongkrak capaian akademik sekolah.
Atas konsistensi dan keteguhannya dalam mengarsiteki cetak biru pendidikan yang seimbang antara otak dan watak ini,
Baca Juga: Sentuhan Andrias Marstanto Sukses Sulap SMAN 1 Kedunggalar Jadi Asri dan Berprestasi
Budi Santoso dianugerahi penghargaan Visionary Leader dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
"Tujuan pendidikan yang sejati adalah perpaduan antara kecerdasan dan karakter yang kuat.
Ketika proses belajar dilakukan dengan mengedepankan kejujuran, maka prestasi akademik akan mengikuti sebagai dampak yang natural," pungkas Budi. (eln/*/naz)
Editor : Tim Magang Radar Madiun