Jawa Pos Radar Madiun – Menanamkan kesadaran ekologis pada generasi Z tidak akan berjalan optimal jika hanya terjebak pada diktat teori di dalam ruang kelas.
Pendidikan vokasi modern dituntut untuk bergerak lebih progresif, yakni dengan mentransformasi persoalan sampah lingkungan di sekitar sekolah menjadi media pembelajaran nyata (real-world learning) yang adaptif, aplikatif, dan bernilai ekonomis tinggi.
Gebrakan nyata inilah yang sukses dipertontonkan oleh SMK Negeri 2 Jiwan, Kabupaten Madiun.
Institusi pendidikan kejuruan ini berhasil meredefinisi lingkungan sekolahnya menjadi sebuah laboratorium sirkular ekonomi yang sangat produktif melalui rangkaian inovasi pemanfaatan limbah organik dan anorganik secara berkelanjutan.
"Inovasi di sekolah kami lahir dari komitmen untuk melihat sampah bukan sebagai masalah, melainkan sebagai peluang pembelajaran sekaligus peluang usaha. Seluruh proses produksi kami lakukan di sekolah dengan melibatkan siswa secara langsung agar mereka memperoleh pengalaman nyata di dunia industri dan kewirausahaan," terang Kepala SMKN 2 Jiwan, Lamijan.
Cetak biru pembelajaran inovatif ini awalnya dipantik oleh draf ide kreatif dari Suryono, salah satu guru inovator SMKN 2 Jiwan yang jeli melihat potensi tumpukan daun trembesi yang berserakan di area sekolah.
Daun-daun tersebut kini diolah massal menggunakan mesin pencacah dan dipercepat proses fermentasinya lewat campuran mikroorganisme M4 dan molase di dalam tiga kolam khusus, sehingga mampu memanen pupuk kompos berkualitas secara rutin setiap bulan untuk dipasarkan.
Tak mandek pada limbah organik, SMKN 2 Jiwan juga melakukan intervensi teknologi pada limbah anorganik.
Sampah plastik dikumpulkan dan diproses secara mekanis di sekolah menjadi produk industri siap salur seperti biji plastik, keramik berbahan daur ulang, hingga ecobrick.
Ekspansi produk ramah lingkungan sekolah ini kian kaya lewat produksi cairan ecoenzyme serbaguna berbasis kulit pisang, serta budidaya maggot yang memanfaatkan limbah pertanian kulit singkong dan sisa makanan dapur sekolah.
Model pembelajaran berbasis proyek lingkungan ini terbukti ampuh melahirkan ekosistem akademis yang kompetitif.
SMKN 2 Jiwan sukses memanen rentetan prestasi bergengsi, di antaranya Juara III Kategori Produk Pendukung Lingkungan pada Lomba Wirausaha Lingkungan bagi Pramuka Produktif Jawa Timur 2024, Juara III Putri serta Juara Harapan III Putra Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun 2025, hingga menyabet Juara II Lomba Kreativitas Remaja Pertanian oleh Universitas Merdeka Madiun.
Bahkan, tim sekolah kini rutin diundang oleh berbagai instansi pendidikan lain untuk menularkan draf pelatihan ekonomi sirkular.
Atas konsistensi tinggi, kreativitas tanpa batas, serta keberhasilan memelopori kurikulum vokasi berbasis kelestarian lingkungan yang mandiri dan menghasilkan profit ini, SMKN 2 Jiwan dinilai sangat layak dianugerahi penghargaan Innovative Learning dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Bagi manajemen sekolah, raihan penghargaan ini memperkokoh draf arah masa depan sekolah.
Lamijan menegaskan, standardisasi produk dan jangkauan pasar sirkular ini akan terus ditingkatkan secara berkala.
"Apresiasi ini membuktikan bahwa SMK Negeri 2 Jiwan tidak hanya fokus mencetak lulusan siap kerja, melainkan sukses membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, produktif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan bumi," pungkasnya. (osi/*/naz)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun