Jawa Pos Radar Madiun - Lahirnya seorang seniman berprestasi tidak pernah muncul dari bakat alamiah yang dibiarkan tumbuh secara acak.
Dibutuhkan kejelian manajemen sekolah dalam mendeteksi potensi, memfasilitasi kebutuhan ruang gerak,
serta mengawal proses pengembangannya secara sabar, terstruktur, dan berkelanjutan.
Prinsip manajemen mutu nonakademik inilah yang sukses diakumulasikan oleh SMPN 1 Saradan.
Sekolah ini secara progresif mampu mempertahankan dominasi dan tradisi juara di bidang seni lukis dan desain poster.
Pembajakan potensi ini bahkan sudah dimulai sejak dini sebelum siswa resmi masuk sekolah,
yakni lewat ajang lomba lukis tahunan tingkat SD/MI se-Kecamatan Saradan yang sengaja digelar sebagai radar penjaringan bibit unggul.
"Prestasi di bidang seni tidak dapat dibangun dengan sistem kebut semalam. Begitu bibit potensial terjaring masuk ke SMPN 1 Saradan,
mereka langsung diwadahi dalam pembinaan intensif bersama praktisi seni yang aktif berkarya,"
ujar Kepala SMPN 1 Saradan, Warso.
Satu hal yang menjadi pembeda utama dari tata kelola ekskul di sekolah ini adalah komitmen zero cost bagi siswa berbakat.
Manajemen sekolah menyediakan ruang seni khusus yang representatif dengan pemenuhan seluruh bahan, alat, media lukis,
hingga biaya pendaftaran dan akomodasi kompetisi yang ditanggung penuh 100 persen oleh anggaran sekolah bersumber dari dana BOS.
Pola pendampingan personal juga diterapkan untuk memetakan karakter unik visual masing-masing anak didik.
Sistem pembinaan yang terarah ini terbukti ampuh melahirkan regenerasi juara lintas dekade.
Catatan sejarah emas ditorehkan Aura Alifi Azzahra yang sukses menyabet Juara I FLS2N tingkat Kabupaten Madiun, Juara I Provinsi Jawa Timur, hingga bertengger di panggung Juara Harapan I tingkat Nasional.
Rantai prestasi ini terjaga kokoh hingga sekarang, terbukti dengan raihan Juara I Desain Poster FLS3N Kabupaten Madiun oleh Angelina Diaz pada tahun 2025,
serta disusul raihan Juara II oleh Azkia Zahra Setyawahyuni di ajang yang sama pada tahun 2026 ini.
Guna menjaga performa siswa, sekolah memberlakukan sistem dispensasi latihan taktis dua hingga tiga jam per hari menjelang kompetisi,
Baca Juga: Jadikan Ekskul Paspor Kuliah, Lulusan Sukses Tembus ITS hingga Al-Azhar Mesir
dengan jaminan pendampingan materi pelajaran agar nilai akademis tetap seimbang.
Di samping mengejar trofi juara, proses berkarya di ruang seni ini juga difungsikan sebagai instrumen penguatan karakter
fungsional anak—mulai dari ketekunan, rasa percaya diri, hingga kejujuran dan aspek orisinalitas karya.
Atas keberhasilan mengarsiteki wadah kreativitas nonakademik yang produktif, berkesinambungan, dan terbebas dari kendala finansial siswa ini,
SMPN 1 Saradan dianugerahi penghargaan Outstanding Extracurricular dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Pihak sekolah menegaskan, banjiran trofi ini merupakan pemantik semangat untuk memasang target yang lebih tinggi ke depan.
"Kami siap membawa kembali perwakilan perupa muda dari SMPN 1 Saradan untuk unjuk gigi memperebutkan podium tertinggi di level provinsi hingga nasional,
sekaligus menginspirasi siswa lain agar tidak takut berkarya," pungkas Warso. (afi/*/naz)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun