Jawa Pos Radar Madiun - Sederet piala yang diraih tim karate SMPN 1 Wonoasri di tingkat kabupaten dan provinsi merupakan buah dari pembinaan yang konsisten.
Kombinasi antara latihan disiplin, pelatih berkualitas, pendanaan, dan fasilitas menjadi kunci utama eksistensi ekstrakurikuler ini.
Kepala SMPN 1 Wonoasri Elly Ernaningsih menegaskan, fokus utama program tidak hanya pada teknik bertanding, namun juga pembentukan karakter.
‘’Karate menjadi sarana siswa untuk belajar mengendalikan diri, percaya diri, dan bertanggung jawab,’’ ujarnya.
Agar prestasi olahraga tidak mengganggu kewajiban belajar, pihak sekolah mengatur jadwal latihan secara cermat.
Pun, memantau perkembangan nilai rapor siswa secara berkala. Hal tersebut efektif menjaga keseimbangan pencapaian akademik dan nonakademik para atlet.
Guna menjaga regenerasi atlet muda, SMPN 1 Wonoasri menerapkan sistem pembinaan berjenjang.
Meliputi penjaringan bibit sejak dini, evaluasi berkala, serta pengiriman delegasi ke berbagai kejuaraan.
‘’Pola ini sukses meningkatkan antusiasme siswa baru untuk bergabung setiap tahunnya,’’ ungkapnya.
Atas pengelolaan ekstrakurikuler yang produktif dan adaptif terhadap perkembangan siswa,
SMPN 1 Wonoasri dianugerahi penghargaan Outstanding Extracurricular ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Lembaga pendidikan ini membidik target prestasi ke level yang lebih tinggi demi membentuk generasi tangguh. (afi/cor/*)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun