Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BPBD Kabupaten Madiun Petakan 20 Titik Rawan Kemarau, Hingga Kini Zero Laporan Bencana

Dian Rahayu • Jumat, 3 Juli 2026 | 03:40 WIB
BPBD Kabupaten Madiun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan memetakan 20 titik rawan kekeringan dan karhutla. DOK RADAR MADIUN
BPBD Kabupaten Madiun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan memetakan 20 titik rawan kekeringan dan karhutla. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Memasuki musim kemarau, BPBD Kabupaten Madiun memastikan belum menerima laporan bencana akibat dampak musim kering.

Baik bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga kini masih nihil.

Sesuai prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung mulai Juni hingga Agustus.

Meski situasi masih kondusif, BPBD tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperkuat pemantauan di seluruh wilayah.

''Laporan dari masyarakat terkait dampak signifikan kemarau maupun karhutla sejauh ini belum ada. Kami berharap masyarakat tetap aktif melapor. Kami juga sudah mengedukasi warga di 15 kecamatan agar lebih efektif, efisien, serta hemat dalam menggunakan air untuk kebutuhan pokok,'' ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun Ageng Kurnia Wijayanto, kemarin (2/7).

Ageng mengatakan, BPBD terus memantau berbagai gejala yang berpotensi berkembang menjadi bencana.

Pemantauan dilakukan terhadap penurunan debit air maupun potensi munculnya titik api selama musim kemarau.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah warga mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih.

Namun, kondisi tersebut belum masuk kategori bencana dan masih sebatas pemantauan berkala.

''Wilayah Karangrejo belum masuk laporan utama penanganan kami. Jika nanti kondisi tersebut berkembang menjadi bencana kekeringan akibat musim kemarau, BPBD siap menerjunkan bantuan dan pelayanan,'' jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah memetakan 20 titik rawan bencana yang berpotensi terdampak musim kemarau.

Seluruh sarana dan prasarana mitigasi juga disiagakan untuk menghadapi ancaman kekeringan maupun karhutla.

Menurut Ageng, potensi kebakaran hutan dan lahan lebih banyak berada di kawasan pegunungan, seperti Kecamatan Gemarang, Kare, dan Saradan.

Sementara itu, potensi kekeringan relatif lebih tinggi di wilayah dataran bawah, salah satunya Kecamatan Madiun.

''Meski begitu, acuan utama kami tetap memonitor 15 kecamatan secara simultan melalui sinergi dengan stakeholder maupun rekan-rekan Destana di masing-masing wilayah,'' pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#musim kemarau Kabupaten Madiun #BPBD Kabupaten Madiun #karhutla #kekeringan