Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tembakau Kare Madiun Makin Prospektif, Luas Tanam Capai 150,5 Hektare

Dian Rahayu • Sabtu, 4 Juli 2026 | 17:45 WIB
MAKIN LUAS: Hamparan tanaman tembakau di Kecamatan Kare mulai memasuki masa panen. Luas tanam tahun ini meningkat menjadi 150,5 hektare. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN
MAKIN LUAS: Hamparan tanaman tembakau di Kecamatan Kare mulai memasuki masa panen. Luas tanam tahun ini meningkat menjadi 150,5 hektare. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Minat petani menanam tembakau di Kecamatan Kare terus meningkat.

Pada 2026, luas tanam komoditas tersebut mencapai 150,5 hektare atau naik sekitar 23 persen dibanding tahun lalu yang tercatat 122 hektare.

Penyuluh Lapangan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kare Ari Satria mengatakan, perluasan lahan terjadi hampir di seluruh sentra tembakau yang tersebar di delapan desa. Rata-rata luas tanam di setiap desa mencapai sekitar 20 hektare.

Menurut Ari, cuaca panas pada musim tanam tahun ini menjadi faktor utama yang mendorong optimisme petani.

Berbeda dengan 2025 ketika curah hujan tinggi menekan produktivitas, kondisi cuaca saat ini dinilai lebih mendukung pembentukan nikotin atau lelet pada daun tembakau.

"Pada 2025 luasannya tidak berkurang, cuma produktivitas turun akibat hujan. Di 2026 ini petani bisa tersenyum karena risiko kehilangan lelet berkurang drastis berkat cuaca panas," jelasnya, Sabtu (4/7).

Melalui pola kemitraan, seluruh petani menanam varietas kasturi.

Hasil panen dipasarkan kepada gudang mitra dalam bentuk daun kering atau krosok tanpa melalui proses perajangan.

Berdasarkan hasil sampling, produksi daun kering mencapai lebih dari 0,7 ons per pohon pada lahan tadah hujan.

Komoditas ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama petani saat musim kemarau.

Meski harga pembelian tahun 2026 belum diumumkan, pada musim panen tahun lalu harga tembakau kualitas terbaik sempat mencapai Rp52 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.

Sementara kualitas terendah berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram.

Ari menambahkan, tingginya minat kelompok tani untuk bergabung diperkirakan akan terus mendorong penambahan luas tanam.

Apalagi, mitra perusahaan masih menargetkan pengembangan lahan hingga 200 hektare.

"Pendampingan ke kelompok tani kami lakukan rutin setiap hari agar jadwal tanam selalu tepat demi menjaga kualitas produktivitas," pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Tembakau Kare #pertanian kabupaten madiun #lahan tembakau #kecamatan kare #petani tembakau