Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

DPRD Nilai Pariwisata Madiun Stagnan, Perbaikan Akses Wisata Jadi Prioritas

Loditya Fernandes • Sabtu, 4 Juli 2026 | 19:15 WIB
POTENSI: DPRD Kabupaten Madiun mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan memperbaiki akses menuju destinasi wisata untuk mendongkrak PAD.
POTENSI: DPRD Kabupaten Madiun mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan memperbaiki akses menuju destinasi wisata untuk mendongkrak PAD.

Jawa Pos Radar Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menilai pengembangan sektor pariwisata belum mampu memberikan dampak optimal terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Salah satu penyebabnya adalah akses menuju sejumlah destinasi wisata yang masih kurang memadai.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Purwadi mengatakan, potensi wisata alam maupun budaya yang dimiliki daerah sebenarnya cukup besar.

Namun, pengembangannya dinilai belum dilakukan secara berkelanjutan sehingga belum mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

"Hari ini saya mencermati pariwisata kita sebenarnya bagus, seperti adanya Sepasar Ing Madiun (Sepasma). Tapi ini kan tidak continue, bukan sustainable tourism. Artinya tidak secara berkelanjutan," ujarnya, Sabtu (4/7).

Menurut Purwadi, persoalan pengembangan pariwisata tidak lepas dari tiga unsur utama, yakni akses, amenitas, dan atraksi (3A).

Dari ketiganya, aksesibilitas menjadi persoalan paling mendesak karena masih banyak jalan menuju objek wisata yang kondisinya kurang layak.

Karena itu, Fraksi NasDem mendorong adanya kolaborasi antarpemerintah daerah, khususnya antara Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), agar pembangunan infrastruktur menuju kawasan wisata menjadi prioritas.

"Kalau kita mau mengembangkan pariwisata di Selingkar Wilis, seperti Kare, Dagangan, atau Gemarang, yang pertama akses dulu harus kita perhatikan. Agar para pelancong tidak hanya sekali berkunjung, tapi mau datang kembali secara berkelanjutan," tegasnya.

Purwadi menilai Kabupaten Madiun memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata, mulai potensi budaya Mataraman, branding Kampung Pesilat, hingga wisata alam di kawasan Selingkar Wilis.

Potensi tersebut dinilai akan lebih optimal apabila didukung kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perhutani.

"Harapan kami pemkab bisa memanfaatkan momentum perencanaan anggaran ke depan secara lebih matang, cepat, dan transparan, agar potensi-potensi alam yang ada tidak terbuang sia-sia dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Madiun," imbuhnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Wisata Selingkar Wilis #Infrastruktur Wisata #pariwisata Kabupaten Madiun #DPRD Kabupaten Madiun #PAD Kabupaten Madiun