Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dokter Ungkap Manfaat Lari untuk Anak, Baik bagi Jantung hingga Pertumbuhan

Loditya Fernandes • Senin, 6 Juli 2026 | 12:00 WIB
Olahraga Sehat: Lari menjadi aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, paru-paru, otot, dan pertumbuhan tulang anak jika dilakukan sesuai usia serta dengan persiapan yang tepat.
Olahraga Sehat: Lari menjadi aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, paru-paru, otot, dan pertumbuhan tulang anak jika dilakukan sesuai usia serta dengan persiapan yang tepat. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Olahraga lari menjadi salah satu aktivitas fisik yang bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Selain meningkatkan kebugaran, lari juga membantu memperkuat tulang, otot, serta menjaga kesehatan jantung dan paru-paru jika dilakukan sesuai usia dan kemampuan anak.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD Caruban, dr. Rakhman Wijaya, mengatakan lari jarak pendek seperti fun run tergolong aman bagi anak.

Bahkan, aktivitas tersebut memberikan banyak manfaat bagi perkembangan fisik.

"Bisa melatih kebugaran jantung, paru-paru, memperkuat otot, sekaligus baik untuk pertumbuhan tulang," ujarnya, kemarin (5/7).

Menurut dr. Rakhman, manfaat lari bagi anak berbeda dengan olahraga lari jarak jauh seperti maraton.

Sebab, tubuh anak masih berada dalam masa pertumbuhan sehingga aktivitas fisik yang sesuai justru dapat merangsang perkembangan tulang.

"Saat berlari terjadi hentakan pada tulang yang dapat merangsang hormon pertumbuhan. Selain itu, kerja jantung dan paru juga menjadi lebih optimal sehingga kebugaran tubuh meningkat," jelasnya.

Dia menyarankan olahraga lari dilakukan secara rutin sebanyak tiga hingga lima kali dalam sepekan.

Tubuh tetap membutuhkan waktu istirahat agar proses pemulihan berlangsung optimal.

"Yang paling baik dilakukan tiga sampai lima hari dalam seminggu. Ada fase istirahat sehingga tubuh tidak dipaksa bekerja terus-menerus," katanya.

Sebelum mengikuti kegiatan lari, anak perlu melakukan persiapan yang matang.

Salah satunya menggunakan sepatu lari yang sesuai untuk mengurangi risiko cedera.

Selain itu, anak harus berada dalam kondisi sehat dan bugar saat berolahraga.

"Kondisi tubuh juga harus fit," ungkapnya.

Asupan makanan juga perlu diperhatikan.

Anak dianjurkan makan secukupnya sekitar dua jam sebelum berlari dan menghindari makan terlalu dekat dengan waktu aktivitas agar tidak mengganggu pencernaan.

Kebutuhan cairan juga harus dipenuhi untuk mencegah dehidrasi.

"Minum yang manis atau minuman isotonik boleh untuk membantu menambah energi dan mengganti cairan setelah berlari," terangnya.

Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, olahraga lari juga dinilai mampu mendukung perkembangan mental dan sosial anak.

Berlari bersama teman dapat membangun rasa kebersamaan sekaligus memperluas pergaulan yang positif.

"Lari bersama teman juga baik untuk membangun mental dan pergaulan yang positif," tuturnya.

Meski demikian, dr. Rakhman mengingatkan agar anak tidak dipaksa menempuh jarak yang terlalu jauh tanpa latihan.

Pemanasan dan pendampingan orang tua tetap menjadi hal yang penting sebelum anak berolahraga.

"Kalau belum pernah latihan jangan langsung dipaksa lari jauh. Lakukan pemanasan lebih dulu supaya otot siap. Tak kalah penting, tetap harus ada pendampingan orang tua," tegasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#manfaat lari untuk anak #lari untuk anak #manfaat lari #fun run anak #kesehatan anak