Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bupati Madiun Ziarahi Makam KR Retno Dumilah di Kotagede, Lanjutkan Tradisi Sakral

Loditya Fernandes • Rabu, 8 Juli 2026 | 23:55 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, dan perwakilan kepala OPD berziarah ke makam KR Retno Dumilah di kompleks pemakaman raja-raja Mataram Islam, Kotagede, Yogyakarta, Rabu (8/7). FOTO: PROKOPIM PEMKAB MADIUN
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, dan perwakilan kepala OPD berziarah ke makam KR Retno Dumilah di kompleks pemakaman raja-raja Mataram Islam, Kotagede, Yogyakarta, Rabu (8/7). FOTO: PROKOPIM PEMKAB MADIUN

YOGYAKARTA – Pemkab Madiun melanjutkan tradisi ziarah kepada para pemimpin terdahulu dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun.

Setelah berziarah ke sejumlah makam tokoh di Madiun Raya, rombongan bertolak ke Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7).

Bupati Madiun Hari Wuryanto didampingi Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Sekda Sigit Budiarto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) berziarah ke makam KR Retno Dumilah, Bupati Madiun kedua yang memimpin pada periode 1586–1590.

Makam tokoh perempuan tersebut berada di kompleks pemakaman raja-raja Mataram Islam di Kotagede.

Seperti prosesi ziarah sebelumnya, seluruh rombongan mengenakan busana pranakan lengkap dengan kain jarik dan blangkon.

Setibanya di lokasi, rombongan menggelar doa bersama, tahlil, serta tabur bunga di pusara KR Retno Dumilah.

"Kami melanjutkan ziarah yang kemarin di wilayah Madiun, lanjut ke sini karena ada bupati terdahulu, Retno Dumilah, yang dimakamkan di Kotagede. Jadi kita harus ke sini," ujar Hari Wuryanto.

Menurut bupati, ziarah ke luar daerah menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan sejarah kepemimpinan Kabupaten Madiun.

Jarak yang jauh, kata dia, bukan alasan untuk meninggalkan tradisi yang telah berlangsung setiap tahun.

Hari menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat bagi para pemimpin saat ini agar selalu rendah hati dalam menjalankan amanah.

"Ini adalah tradisi dan bentuk pendoaan. Kita harus sadar bahwa keberadaan kita sekarang ini ada karena mereka dulu ada. Hubungan sejarah ini tidak boleh putus," tegasnya.

Pada ziarah kali ini, Pemkab Madiun membatasi jumlah peserta dari OPD.

Kebijakan tersebut dilakukan agar pelayanan pemerintahan di daerah tetap berjalan optimal.

"Diikuti oleh Forkopimda, perwakilan pimpinan DPRD, serta kepala OPD yang dibatasi sebanyak 15 OPD saja," pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#KR Retno Dumilah #Bupati Madiun #hari jadi Kabupaten Madiun #Kotagede #Kabupaten Madiun