Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkab Madiun Kejar Kuota Siswa Sekolah Rakyat, Andalkan Mutasi dan Casis Ponorogo

Loditya Fernandes • Jumat, 10 Juli 2026 | 08:45 WIB
Pemkab Madiun terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat, termasuk mengejar pemenuhan kuota calon siswa dan penyiapan tenaga pendidik. FOTO: DOK/RADAR MADIUN.
Pemkab Madiun terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat, termasuk mengejar pemenuhan kuota calon siswa dan penyiapan tenaga pendidik. FOTO: DOK/RADAR MADIUN.

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun terus memacu persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR).

Selain menuntaskan pembangunan gedung, pemerintah daerah juga mengejar pemenuhan kuota calon siswa (casis) dan menyiapkan tenaga pendidik agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, kekurangan kuota jenjang SMA kini tinggal delapan siswa.

Pemkab optimistis kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui tambahan calon siswa dari Kabupaten Ponorogo.

"Mudah-mudahan bisa terpenuhi karena ada tambahan dari Ponorogo," ujarnya, kemarin (9/7).

Sementara itu, strategi berbeda disiapkan untuk memenuhi kuota jenjang SD yang masih minim peminat.

Pemkab akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun untuk memindahkan siswa yang telah terdaftar di SD reguler ke Sekolah Rakyat sehingga dapat memperoleh fasilitas pendidikan dan asrama.

Menurut Hari, sosialisasi kepada orang tua juga terus dilakukan.

Mereka akan diajak melihat langsung fasilitas sekolah agar lebih yakin menyekolahkan anaknya di sistem boarding school.

"Nanti orang tua akan kami ajak melihat langsung kondisi SR supaya lebih yakin," tuturnya.

Di sisi lain, progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 90 persen.

Pemkab menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum Agustus sehingga tidak mengganggu dimulainya proses pembelajaran.

Sesuai jadwal, pembukaan Sekolah Rakyat akan dilaksanakan pada Senin (13/7), sedangkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai sehari setelahnya.

Selain sarana, pemerintah juga menyiapkan tenaga pengajar.

Hingga September mendatang, kegiatan belajar mengajar akan diperkuat oleh guru tamu sembari menunggu mekanisme penempatan guru dari pemerintah pusat.

Adapun kepala sekolah telah menyelesaikan proses seleksi dan dinyatakan siap memimpin operasional Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun.

Hari berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu sehingga lulusannya memiliki bekal pendidikan yang baik dan kesempatan lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup.

"Harapannya anak-anak ini menjadi berkualitas, siap bekerja, dan nantinya bisa membantu keluarganya keluar dari kemiskinan," pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#siswa baru #Sekolah Rakyat #Pemkab Madiun #pendidikan madiun #hari wuryanto