Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun memastikan operasional Sekolah Rakyat (SR) tidak terkendala kekurangan tenaga pendidik saat kegiatan belajar mengajar dimulai.
Sebanyak 30 guru tamu disiapkan untuk mengajar selama tiga bulan pertama sambil menunggu proses rekrutmen guru definitif dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Agus Sucipto mengatakan, kebutuhan guru tamu telah disesuaikan dengan struktur pembelajaran yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat.
Sebanyak sembilan guru disiapkan untuk mata pelajaran, 11 guru bertugas mengampu program matrikulasi atau penyetaraan dari satuan pendidikan di bawah naungan Dikbud Kabupaten Madiun.
Sedangkan 10 guru lainnya berasal dari jenjang SMA yang dikoordinasikan melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur.
"Guru tamu ini disiapkan untuk tiga bulan pertama sambil menunggu rekrutmen guru Sekolah Rakyat selesai," ujarnya.
Di sisi lain, proses penunjukan kepala Sekolah Rakyat juga telah rampung.
Agus menjelaskan, sebelumnya Pemkab Madiun mengusulkan 10 kepala sekolah dan guru senior untuk mengikuti seleksi yang diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos).
Dari hasil seleksi tersebut, Rohmah Agustin Setyowuni dinyatakan lolos dan dipercaya memimpin Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun.
Sebelumnya, Rohmah bertugas sebagai guru di SMP Negeri 1 Mejayan. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto