Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Beras Naik, Permintaan SPHP di Madiun Tembus Target Tahunan

Dian Rahayu • Jumat, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB
Kepala Bulog Cabang Madiun meninjau penyaluran beras SPHP ke pasar tradisional sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan. FOTO: DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN.
Kepala Bulog Cabang Madiun meninjau penyaluran beras SPHP ke pasar tradisional sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan. FOTO: DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN.

Jawa Pos Radar Madiun – Kenaikan harga beras medium dan premium mendorong lonjakan permintaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Madiun.

Hingga awal Juli, realisasi penyaluran beras SPHP oleh Perum Bulog Cabang Madiun bahkan telah melampaui target distribusi selama satu tahun.

Kepala Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan, realisasi penyaluran SPHP telah mencapai 8.299 ton atau melebihi target tahunan sebesar 8.078 ton.

"Kenaikan permintaan terjadi hampir di seluruh wilayah dan target penyaluran tahun ini sudah terpenuhi 100 persen," ujarnya, Jumat (10/7).

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bulog Madiun setiap hari mendistribusikan lebih dari 100 ton beras SPHP melalui pasar tradisional dan jaringan mitra.

Khusus di Kabupaten Madiun, penyaluran telah mencapai sekitar 1.100 ton yang disalurkan melalui 102 titik pengecer, termasuk 46 pedagang di pasar tradisional.

"Permintaan pedagang rata-rata satu hingga dua ton setiap pemesanan dan seluruh kebutuhan masih dapat kami penuhi," katanya.

Meski target tahunan telah terlampaui, Bulog memastikan distribusi SPHP tetap dilanjutkan hingga akhir 2026 selama permintaan masih tinggi dan stok tersedia.

Jika tren saat ini berlanjut, total penyaluran diperkirakan dapat mencapai 15 ribu hingga 16 ribu ton atau hampir dua kali lipat dari target awal.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan penyaluran SPHP tetap berjalan sepanjang stok masih tersedia," tegas Agung.

Bulog juga memastikan harga SPHP di tingkat pengecer tetap sesuai ketentuan.

Harga tebus dari Bulog dipatok Rp11.000 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) kepada konsumen sebesar Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 untuk kemasan lima kilogram.

Bahkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pedagang menjual beras SPHP di bawah HET.

"Harga SPHP masih sama seperti sebelumnya, dan kemarin waktu kami monitoring di Pasar Sayur Caruban bahkan ada yang jual di bawah HET mulai Rp58 ribu sampai Rp60 ribu per kemasan lima kilogram," imbuhnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#bulog madiun #Beras sphp #harga beras #stabilisasi pangan #madiun