Jawa Pos Radar Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun terus mempercepat pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Hingga Rabu (8/7) lalu, realisasi pendataan baru mencapai 37,81 persen dari total sasaran, sementara minimnya partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan utama di lapangan.
Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti mengatakan, sebanyak 128.540 responden telah berhasil didata dari total target 339.924 responden.
"Per 8 Juli capaian pendataan sudah mencapai 37,81 persen atau sekitar 128.540 responden dari total sasaran 339.924," ujarnya, Jumat (10/7).
BPS menargetkan progres pendataan meningkat menjadi 75 persen pada akhir Juli.
Selanjutnya, seluruh proses sensus dituntaskan paling lambat 31 Agustus 2026.
"Per 30 Juni kemarin capaian kami sudah 25 persen. Akhir Juli nanti targetnya harus mencapai 75 persen dan sisanya diselesaikan sampai 31 Agustus," kata Wisma.
Untuk mengejar target tersebut, BPS mengerahkan sekitar 800 petugas yang terdiri atas petugas pendataan dan pengawas lapangan.
Mereka disebar ke seluruh wilayah Kabupaten Madiun guna memastikan seluruh responden dapat terdata sesuai jadwal.
"Total petugas kami ada sekitar 800 orang, baik petugas pendataan maupun petugas pengawas di lapangan," jelasnya.
Menurut Wisma, tantangan terbesar bukan berasal dari teknis pendataan, melainkan rendahnya partisipasi masyarakat.
Sejumlah petugas mengaku ditolak saat mendatangi rumah warga, bahkan ada yang tidak dibukakan pintu.
Karena itu, BPS menggandeng staf organik serta ketua RT dan RW untuk mendampingi petugas saat melakukan pendataan agar masyarakat lebih percaya dan bersedia memberikan data.
"Sebagus apa pun metodologi sensus tidak akan berhasil jika responden tidak kooperatif. Karena itu kami melibatkan perangkat wilayah agar masyarakat bersedia menerima petugas," pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto