Jawa Pos Radar Madiun – Momen tahun ajaran baru belum mampu mendongkrak penjualan seragam sekolah di Pasar Dolopo, Kabupaten Madiun.
Para pedagang justru mengaku omzet terus menurun dalam beberapa tahun terakhir akibat persaingan dengan toko daring serta perubahan pola belanja masyarakat.
Salah seorang pedagang, Sudarwatik, mengatakan penurunan penjualan mulai terasa sejak beberapa tahun terakhir.
Jika lima tahun lalu mampu menjual 10 hingga 15 setel seragam per hari saat musim masuk sekolah, kini menjual satu hingga tiga setel sehari sudah tergolong baik.
"Sekarang tidak mesti laku setiap hari. Kadang sehari hanya satu setel, bahkan sering tidak ada penjualan sama sekali. Kondisinya lebih sepi dibanding saat pandemi," ujarnya, Minggu (11/7).
Menurutnya, upaya memperluas pemasaran melalui marketplace juga belum membuahkan hasil.
Selain pesanan yang minim, besarnya potongan administrasi dan rencana penerapan kewajiban administrasi perpajakan dinilai semakin membebani pedagang kecil.
"Potongannya sekarang banyak sekali, kadang justru rugi. Online juga sama-sama sepi sehingga omzet terus turun," katanya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Winarti.
Selain kalah bersaing dengan toko daring, penjualan juga terdampak karena sejumlah sekolah kini menyediakan seragam bagi para siswanya.
"Dulu bisa lima sampai sepuluh setel sehari, sekarang satu setel saja sulit. Banyak toko tutup, tetapi saya tetap bertahan karena rumah dekat pasar dan berharap pembeli kembali ramai," ungkapnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto