Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 200 calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Madiun menjalani pemeriksaan kesehatan di Gedung Serbaguna SR Madiun, Senin (13/7).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik peserta didik siap mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan belajar mengajar.
Dalam pemeriksaan tersebut, calon siswa menjalani skrining kesehatan umum, pemeriksaan mata, gigi dan mulut, serta pengukuran tinggi dan berat badan.
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial (Kemensos) RI Rachmat Koesnadi mengatakan, pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting sebelum siswa memasuki pendidikan berasrama.
"Kami perlu tahu kondisi kesehatan mereka sejak awal. Jika dalam pemeriksaan ditemukan anak yang membutuhkan perawatan intensif, mereka akan dirujuk ke rumah sakit terlebih dahulu agar saat MPLS dan pendidikan reguler dimulai, fisik mereka sudah benar-benar siap," ujarnya.
Kemensos memberikan waktu sekitar dua pekan, mulai 14 hingga 31 Juli, bagi calon siswa yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Selama masa tersebut, mereka akan menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit daerah sebelum kembali mengikuti kegiatan sekolah.
Rachmat memastikan fasilitas pendukung kesehatan di lingkungan Sekolah Rakyat telah disiapkan.
Ruang klinik beserta obat-obatan tersedia, sementara pelayanan kesehatan tahap awal didukung puskesmas terdekat.
"Selain kepala sekolah dan guru formal, para siswa juga akan didampingi wali asuh serta wali asrama yang jumlahnya disesuaikan dengan rasio siswa," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriyadi mengatakan, dari kuota 270 siswa yang disediakan Kemensos, pendaftar asal Kabupaten Madiun baru mencapai sekitar 190 orang.
Rinciannya, jenjang SD baru terisi 32 siswa dari kuota 90, SMP telah memenuhi kuota 90 siswa, sedangkan SMA terisi 85 siswa dari target 90.
"Prinsipnya, kuota yang disediakan Kemensos ini harus kami manfaatkan seoptimal mungkin, karena ini merupakan hak bagi masyarakat yang tidak mampu," ujarnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto