Jawa Pos Radar Madiun – Masyarakat Kabupaten Madiun diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya kasus kebakaran dalam tiga bulan terakhir.
Cuaca panas yang melanda wilayah tersebut disebut turut memperbesar risiko munculnya titik api, terutama jika disertai kelalaian saat beraktivitas.
Data Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun mencatat hingga 13 Juli 2026 telah terjadi 28 peristiwa kebakaran.
Peningkatan terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Mei tercatat tiga kejadian, kemudian naik menjadi tujuh kasus pada Juni, dan hingga pertengahan Juli kembali terjadi tujuh insiden kebakaran.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun Andy Koerniawan mengatakan, cuaca panas membuat material yang mudah terbakar semakin rentan memicu kebakaran.
"Seperti kejadian kemarin itu ada orang bakar sampah, sudah disiram air. Kemudian, ada angin panas dan gesekan di abu itu akhirnya muncul api dan terjadi kebakaran," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Selain faktor cuaca, Andy menyebut sebagian besar kebakaran dipicu kelalaian manusia saat menggunakan sumber api maupun peralatan rumah tangga.
Berdasarkan data Damkar, penyebab yang paling sering ditemukan meliputi korsleting listrik, pembakaran sampah, lupa mematikan kompor, hingga penggunaan regulator gas yang rusak.
"Dari data kami itu terlihat jelas bahwa kebanyakan insiden kebakaran terjadi karena korsleting listrik, membakar sampah, lupa mematikan kompor, dan regulator gas yang rusak," jelasnya.
Untuk menekan angka kebakaran, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat.
Sepanjang semester pertama 2026, sebanyak 37 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan dengan menjangkau sekitar 4.400 warga di berbagai wilayah Kabupaten Madiun.
Meski demikian, Andy mengakui kebakaran merupakan kejadian yang sulit diprediksi.
Selama terdapat bahan yang mudah terbakar, sumber panas, dan oksigen, risiko kebakaran tetap ada.
Karena itu, pihaknya akan terus memperluas sosialisasi agar kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran semakin meningkat.
"Setelah ini kami akan lebih masif untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Mau bagaimanapun, upaya pencegahan jauh lebih baik dibanding penanganan," pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto