Jawa Pos Radar Madiun - Kasus mengenai seorang peserta paket wisata asal Kabupaten Madiun berinisial FYA yang diduga kabur di Korea Selatan kini tengah menjadi sorotan tajam di media sosial.
Pihak agensi travel secara terbuka membeberkan kronologi mengenai pemuda tersebut yang kini diduga hilang setelah memisahkan diri dari rombongan.
Perjalanan FYA bersama rombongan wisata awalnya berjalan sangat normal.
Pihak Tour Leader (TL) dari biro perjalanan @sarjanabackerpacker mengungkapkan bahwa selama tour berlangsung, FYA dikenal sebagai sosok yang pendiam.
Selama beberapa hari, ia selalu mengikuti seluruh rangkaian agenda, mulai dari makan bersama hingga berjalan-jalan dengan peserta lain.
Bahkan, FYA tinggal dalam satu kamar hotel yang sama dengan sang pemandu tanpa menunjukkan gelagat mencurigakan sedikit pun.
Situasi berubah drastis ketika rombongan tengah berada di kawasan pusat perbelanjaan Myeongdong.
FYA tiba-tiba berpamitan kepada Tour Leader dengan alasan ingin melihat-lihat produk sepatu di sekitar lokasi.
Namun, setelah ditunggu sekian lama, pemuda asal Wungu, Madiun, tersebut tidak pernah kembali lagi ke hotel rombongan.
Sejak momen ia berpamitan dan diduga kabur, FYA langsung memutus seluruh komunikasi secara sepihak. Ia tidak pernah menjawab panggilan telepon maupun membalas pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh kru pendamping.
Pihak Tour Leader sempat melakukan pencarian intensif selama berhari-hari dan menyisir lokasi terakhir tempat FYA diduga hilang.
Biro perjalanan juga telah melaporkan kasus ini secara resmi kepada pihak berwenang di Korea Selatan, namun hingga kini hasilnya masih nihil. (naz)
Editor : Mizan Ahsani