Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Madiun memasuki tahap akhir.
Progres fisik telah mencapai 92 persen dan ditargetkan fungsional pada 30 Juli mendatang agar pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan sesuai jadwal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis mengatakan, pekerjaan yang tersisa sekitar delapan persen.
Saat ini, kontraktor difokuskan menyelesaikan tahap finishing gedung dan ruang belajar, sebelum merampungkan fasilitas penunjang pada pekan terakhir.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Ngawi Belum Punya Guru Tetap, Pemkab Siapkan 14 Guru Bantuan
"Progres saat ini sudah mencapai 92 persen. Kami fokus menyelesaikan gedung sekolah dan ruang belajar, kemudian kantin, musala, serta asrama," ujarnya, Senin (20/7).
Menurut Boby, Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas 5,8 hektare dengan konsep sekolah berasrama.
Kompleks tersebut dilengkapi asrama siswa, kantin, musala, gedung serbaguna, hingga lapangan sepak bola untuk menunjang kegiatan belajar maupun pengembangan karakter peserta didik.
DPU-PR optimistis seluruh pekerjaan selesai tepat waktu sehingga seluruh fasilitas dapat langsung dimanfaatkan saat tahun ajaran baru dimulai.
"Insya Allah target fungsional tercapai pada 30 Juli sehingga MPLS bisa terlaksana sesuai rencana," tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto