Jawa Pos Radar Madiun - SMKN Kare terus berinovasi dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul di bidang kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter, jiwa kepemimpinan, dan kemandirian.
Menyandang status sebagai SMK Pusat Keunggulan, sekolah ini menghadirkan program khusus yang bertajuk The Soft Skills Revolution with Si CAKEP.
Program inovatif tersebut hadir sebagai strategi utama sekolah dalam memperkuat kemampuan nonakademik para peserta didik.
Langkah ini menjadi bagian penting dari pengembangan pembelajaran berbasis kepemimpinan nilai (value leadership) dan kemandirian.
Harapannya, para lulusan kelak memiliki kesiapan matang saat menghadapi kerasnya dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun membangun usaha secara mandiri.
"Kami ingin lulusan SMKN Kare memiliki kompetensi yang utuh, tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, dan mental yang siap menghadapi tantangan dunia kerja," ujar Kepala SMKN Kare, Fajar Kurniawan.
Lebih lanjut, Fajar menjelaskan bahwa program Si CAKEP sejatinya merupakan sebuah akronim dari Cek Kesehatan, Asah Otak, Kelola Stres, E-Literasi, dan Performance.
Melalui gagasan ini, pihak sekolah secara aktif mengintegrasikan berbagai aktivitas harian yang sangat mendukung pengembangan soft skills seluruh siswa.
Kehadiran Si CAKEP kini sukses menjadi identitas sekaligus terobosan sekolah dalam membangun budaya belajar yang kreatif, adaptif, ramah, dan berorientasi penuh pada keunggulan.
Baca Juga: Lewat Ekstrakurikuler Seni, SMKN 1 Wonoasri Sukses Ukir Prestasi di Ajang SPASMA 2026
Oleh karena itu, selain terus mengasah kemampuan akademik di dalam kelas, para peserta didik juga dibekali dengan berbagai kecakapan hidup yang esensial.
Mereka diajarkan cara berkomunikasi dengan baik, berpikir kritis, berkolaborasi dalam tim, hingga mematangkan kemampuan mengelola diri sebagai bekal utama memasuki dunia profesional.
"Soft skills menjadi kebutuhan utama di dunia kerja. Karena itu, kami membangun ekosistem pembelajaran yang mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang tangguh dan adaptif," kata Fajar memaparkan.
Inovasi pembelajaran berbasis karakter tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas mutu lulusan SMKN Kare agar semakin kompetitif di tengah pesatnya perubahan kebutuhan industri saat ini.
Pihak sekolah sangat meyakini bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak bisa diukur semata dari kemampuan penguasaan teknis alat atau teori pelajaran.
Lebih dari itu, tolok ukur kesuksesan juga sangat ditentukan oleh kualitas pembentukan karakter, etos kerja, serta kemampuan memimpin dan bekerja secara mandiri.
Melalui penguatan inovasi pembelajaran yang dilakukan berkesinambungan, SMKN Kare berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang multi-talenta.
Lulusan dari sekolah ini diproyeksikan untuk selalu siap terjun bekerja, melanjutkan studi, maupun merintis jalan sebagai seorang wirausaha sukses.
"Program Si CAKEP merupakan ikhtiar kami untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan sekaligus membentuk lulusan yang unggul dan berdaya saing," pungkasnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani