Jawa Pos Radar Madiun - SMKN 1 Geger resmi meluncurkan program Kelas Industri BTPN Syariah pada pertengahan bulan ini (15/7).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata sekolah dalam memperkuat kolaborasi antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Peluncuran program tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen sekolah untuk terus menghadirkan sistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri kekinian.
Secara khusus, program ini berfokus pada penyiapan tenaga kerja yang mumpuni di sektor keuangan mikro syariah.
Melalui kerja sama strategis ini, pihak sekolah menaruh harapan besar agar kelak dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dari segi catatan akademik.
Lebih dari itu, para lulusan diharapkan juga memiliki kompetensi profesional yang benar-benar sesuai dengan tingginya tuntutan dunia kerja.
"Launching Kelas Industri BTPN Syariah merupakan komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang benar-benar selaras dengan kebutuhan industri sehingga lulusan memiliki bekal kompetensi yang relevan dan siap bersaing," ujar Kepala SMKN 1 Geger, Clara Akhustya.
Program Kelas Industri BTPN Syariah ini dirancang secara khusus untuk menyelaraskan kurikulum di sekolah dengan standar kompetensi yang diterapkan langsung di dunia industri.
Nantinya, para siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang jauh lebih komprehensif.
Baca Juga: SMK Pusat Keunggulan, SMKN Kare Lahirkan Lulusan Berkarakter Unggul dan Berdaya Saing
Proses tersebut dilakukan melalui perpaduan pembelajaran teori di dalam kelas, praktik berbasis industri, program magang, hingga pendampingan secara langsung dari para praktisi andal BTPN Syariah.
Selain bertujuan memperkuat kompetensi teknis, program ini juga ditujukan untuk menanamkan budaya kerja profesional sejak dini.
Siswa akan terus diasah untuk memiliki etos pelayanan yang prima serta pemahaman mendalam terhadap ekosistem industri keuangan syariah.
Sinergi apik tersebut diharapkan mampu memangkas kesenjangan keterampilan sekaligus meningkatkan kualitas mutu lulusan agar jauh lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Kami ingin peserta didik tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman dan budaya kerja yang sesuai dengan standar industri," kata Clara menambahkan.
Kerja sama berkelanjutan antara SMKN 1 Geger dan BTPN Syariah ini diharapkan bisa menjadi model penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi langsung pada kebutuhan pasar kerja.
Melalui keikutsertaan dalam program ini, siswa dipastikan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk terus mengembangkan kompetensi dan potensinya.
Mereka juga bisa memperluas wawasan profesional, serta membuka lebar kesempatan berkarier di sektor keuangan syariah setelah menyelesaikan pendidikan nanti.
Dengan adanya dukungan penuh dari pelaku dunia industri, pihak sekolah sangat optimistis dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
Para purnasiswa ini diproyeksikan untuk selalu siap dan mampu menjawab berbagai tantangan dunia kerja yang terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.
"Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mencetak lulusan yang siap kerja, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia usaha maupun masyarakat," tutupnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani