Pemkab Madiun Bentuk Redkar di Desa, Siaga Tangani Kebakaran Lebih Cepat

Dian Rahayu • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:38 WIB
SIAP SIAGA: Puluhan peserta mengikuti pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN
SIAP SIAGA: Puluhan peserta mengikuti pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun memperkuat layanan penanggulangan kebakaran hingga tingkat desa dengan membentuk Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kejadian kebakaran rumah dan lahan dalam beberapa bulan terakhir.

Pembentukan dan pembinaan Redkar terbaru dilaksanakan di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun.

Program ini diharapkan mampu mempercepat penanganan awal kebakaran sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Madiun Imam Nurwedi mengatakan, Kecamatan Madiun menjadi wilayah ketiga yang membentuk Redkar setelah Kecamatan Kare dan Dolopo.

"Redkar ini kami bentuk untuk memperkuat jaringan damkar agar pelayanan kepada masyarakat lebih dekat dan kejadian kebakaran bisa lebih cepat tertangani," ujarnya, Jumat (24/7).

Dalam pembinaan tersebut, para relawan mendapatkan pelatihan penanganan berbagai jenis kebakaran, mulai dari kebakaran akibat kebocoran tabung gas, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga penanganan kondisi nonkebakaran seperti evakuasi ular dan sarang tawon vespa yang sering dikeluhkan masyarakat.

Selain itu, peserta juga dibekali teknik dasar keselamatan agar mampu melakukan tindakan awal secara aman saat menghadapi situasi darurat.

Imam menjelaskan, pemerintah menargetkan setiap desa memiliki sedikitnya tiga anggota Redkar.

Para relawan dipilih dari masyarakat dan tidak berasal dari unsur perangkat desa, anggota Linmas, maupun organisasi relawan lainnya.

"Kami menargetkan tiap desa memiliki tiga orang Redkar. Mereka juga memiliki kriteria, bukan berasal dari perangkat desa, linmas, maupun organisasi relawan lainnya," jelasnya.

Menurut Imam, keberadaan Redkar menjadi semakin penting karena dalam tiga bulan terakhir jumlah kebakaran rumah dan lahan di Kabupaten Madiun mengalami peningkatan.

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, rutin memeriksa instalasi listrik, serta mengantisipasi berbagai potensi penyebab kebakaran di lingkungan masing-masing.

"Kami imbau masyarakat lebih waspada dan menjaga rumah masing-masing dan lingkungan sekitar dari potensi bahaya kebakaran," tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
redkar kebakaran Damkar Kabupaten Madiun