DPRD Kabupaten Madiun Desak Kuota Sekolah Rakyat Segera Terpenuhi Jelang Pembukaan

Dian Rahayu • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:01 WIB
TAHAP AKHIR: Pekerja menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun. DOK RADAR MADIUN
SIAP BEROPERASI: Pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun terus dikebut. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – DPRD Kabupaten Madiun meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengoptimalkan upaya pemenuhan kuota peserta didik Sekolah Rakyat (SR) menjelang dimulainya program tersebut.

Sosialisasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai menjadi kunci agar pagu siswa segera terpenuhi.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat mengatakan, masih ada warga dari kelompok desil 1 hingga desil 5 yang belum terakomodasi dalam program pendidikan tersebut.

Karena itu, pemerintah daerah diminta segera mencari solusi agar mereka dapat bergabung sebelum pelaksanaan dimulai.

"Kalau masih ada masyarakat kita yang masuk desil 1–5 masih ada yang belum terakomodir, maka perlu adanya upaya atau solusi agar bisa segera tertangani," ujarnya, Jumat (24/7).

Menurut Wahyu, salah satu kendala dalam penjaringan calon peserta didik adalah ketentuan sekolah berasrama yang mengharuskan siswa tinggal di asrama.

Meski demikian, ia menilai hambatan tersebut dapat diatasi melalui sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat.

"Kami akan mendorong dinas terkait, termasuk petugas harus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menyadari betul pentingnya pendidikan bagi anak-anak kita," terangnya.

Selain mendorong OPD meningkatkan kinerja, Wahyu juga mengajak masyarakat untuk lebih terbuka terhadap program pemerintah, khususnya Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu.

Ia menilai program tersebut menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Madiun.

"Kami berharap, semoga masyarakat yang saat ini masih belum bisa mendapatkan pendidikan atau melanjutkan pendidikan bisa menyadari program strategis SR ini. Di situ semuanya gratis," harapnya.

Berdasarkan hasil open house Sekolah Rakyat beberapa waktu lalu, kuota peserta didik belum seluruhnya terpenuhi.

Untuk jenjang sekolah dasar (SD), jumlah pendaftar baru mencapai sekitar 32 siswa dari target 90 siswa.

Sementara jenjang sekolah menengah atas (SMA) telah terisi 85 siswa dari target 90 siswa.

Adapun jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sudah memenuhi target dengan 90 peserta didik. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
peserta didik Sekolah Rakyat DPRD Kabupaten Madiun