Jawa Pos Radar Madiun – Antusiasme atlet mengikuti Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Bupati Cup 2026 melampaui target panitia.
Sebanyak 215 atlet putra dan putri dari berbagai klub di Madiun Raya ambil bagian dalam turnamen yang digelar di GOR Korpri Kabupaten Madiun. Membludaknya peserta membuat jadwal pertandingan diperpanjang satu hari.
Ketua Panitia Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Bupati Cup 2026 Agus Sucipto mengatakan, semula panitia hanya menargetkan sekitar 150 peserta.
Namun, tingginya minat membuat panitia memilih menambah durasi pertandingan daripada membatasi jumlah atlet.
"Target awal sekitar 150 atlet, ternyata pendaftar tembus 215 atlet putra dan putri. Daripada membatasi kuota dan mematahkan semangat anak-anak, jadwal pertandingan kami tambah satu hari," ujarnya.
Dengan penambahan tersebut, kejuaraan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun berlangsung hingga Minggu (26/7).
Agus menjelaskan, turnamen mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai nomor tunggal usia anak, pemula, remaja, taruna, hingga ganda dewasa (bebas).
Panitia juga menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan dengan total Rp 40 juta, serta piagam dan medali bagi para pemenang.
Lebih dari sekadar memperebutkan gelar juara, turnamen ini juga menjadi ajang seleksi atlet berbakat.
Para peraih peringkat satu hingga tiga akan langsung direkrut mengikuti Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) Madiun sebagai bagian dari pembinaan hingga 2027.
"Ini komitmen nyata Pemkab Madiun dalam membangun ekosistem olahraga secara berjenjang dari usia dini. Atlet berprestasi tidak kami biarkan lepas setelah selebrasi," tegas Agus.
Bupati Madiun Hari Wuryanto yang membuka kejuaraan memberikan apresiasi atas tingginya semangat para atlet muda dan dukungan orang tua.
Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berprestasi.
"Tanpa kompetisi, tidak akan ada prestasi. Dulu kami punya legenda Rudi Hartono yang bisa menjuarai All England sampai delapan kali. Harapan saya, dari Gedung Korpri ini kelak lahir 'Rudi Hartono' baru dari Madiun," tuturnya.
Mas Hari menambahkan, atlet yang berhasil menjadi juara tidak akan dilepas begitu saja.
Mereka akan menjalani pembinaan secara berkelanjutan melalui Puslatkab sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
"Jadi tidak ada istilah usai tanding terus selesai. Juara satu sampai tiga langsung kita latih terus menerus secara rutin. Kunci sukses atlet itu cuma tiga: berlatih, berlatih, dan berlatih dengan menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto