Jawa Pos Radar Madiun – Lomba Merpati Babak Selekda Anniversary Madiun Bangkit Cup 2026 menjadi magnet bagi pehobi merpati balap dari berbagai daerah.
Kejuaraan yang digelar di Lapak Grobokan, Desa Grobokan, Kecamatan Jiwan, selama 24-26 Juli itu diikuti peserta dari Pulau Jawa hingga Bali sebagai ajang seleksi menuju tingkat nasional.
Ketua Pengurus Lokal (Penglok) Madiun Hermawan Setyoadi mengatakan, kejuaraan tersebut merupakan agenda Pengurus Daerah (Pengda) sekaligus seleksi daerah (Selekda) untuk menjaring merpati terbaik yang akan diterjunkan pada Seleksi Nasional (Seleknas) di Bangkalan, Madura.
Peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, Lumajang, Pasuruan, Malang, Blitar, Kediri, Ponorogo, Pacitan, hingga Madiun.
"Ini lomba Selekda Anniversary agenda Pengda. Di sini ada seleksi merpati yang nanti akan turun ke Seleknas di Bangkalan," ujarnya, Minggu (26/7).
Hermawan menjelaskan, kejuaraan memperebutkan total hadiah Rp30 juta, terdiri atas Rp10 juta untuk perlombaan pada Jumat dan Rp20 juta untuk perlombaan pada Minggu.
Ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Madiun dapat membuat penyelenggaraan lomba semakin berkembang dan mampu menarik peserta dalam jumlah yang lebih besar.
"Dengan bantuan dari Pemkab Kabupaten, kami berharap bisa lebih maju dan bisa mengadakan event yang lebih besar," katanya.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi penyelenggaraan lomba merpati balap yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan yang luar biasa, membantu masyarakat khususnya Desa Grobokan dan UMKM yang ada di wilayah Kecamatan Jiwan untuk bisa berkembang dan naik kelas," tuturnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur itu berharap Madiun Bangkit Cup dapat digelar secara rutin dengan skala yang terus meningkat hingga menjadi agenda nasional.
"Kalau ada kompetisi pasti ada prestasi. Prestasi-prestasi ini yang akan memberikan nilai tambah bagi merpati-merpati yang sudah dilatih," jelasnya.
Ia juga mendorong agar lomba merpati balap tidak hanya digelar saat peringatan hari jadi kabupaten, tetapi dapat dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun.
"Kami berharap event ini tidak hanya pada hari jadi saja, mungkin setahun bisa dua sampai tiga kali. Nanti pas Hari Jadi Kabupaten Madiun, mudah-mudahan event-nya sudah secara nasional," pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto