PKG Kabupaten Madiun Sudah Jangkau 322 Ribu Warga, Target 70 Persen Kian Dekat

Dian Rahayu • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 21:45 WIB
LAYANAN JEMPUT BOLA: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun memberikan pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) kepada warga. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN
LAYANAN JEMPUT BOLA: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun memberikan pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) kepada warga. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Madiun terus menunjukkan perkembangan positif.

Hingga 20 Juli 2026, sebanyak 322 ribu warga atau 43,68 persen dari total sasaran 738 ribu penduduk telah memanfaatkan layanan tersebut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) optimistis target cakupan 70 persen hingga akhir tahun dapat tercapai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Heri Setyana mengatakan, program PKG menjadi salah satu langkah deteksi dini berbagai penyakit dengan menyasar seluruh kelompok usia, mulai bayi baru lahir, ibu hamil, remaja, hingga lanjut usia.

Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap tahap kehidupan.

"Tarikan data per 20 Juli kemarin sekitar 43,68 persen atau kurang lebih 322 ribu penduduk sudah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis," ujarnya, Minggu (26/7).

Pelaksanaan PKG dilakukan di seluruh puskesmas, baik melalui pelayanan di fasilitas kesehatan maupun layanan jemput bola ke masyarakat.

Warga yang datang berobat juga tetap memperoleh pemeriksaan kesehatan sesuai kelompok usia dan hanya dihitung satu kali dalam satu tahun.

Menurut Heri, setiap puskesmas menerapkan strategi berbeda untuk meningkatkan cakupan layanan, termasuk membuka pelayanan di pasar maupun pusat keramaian agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan kesehatan.

"Masing-masing puskesmas mengatur strategi sendiri, termasuk membuka layanan di pasar atau tempat keramaian untuk mengejar cakupan pemeriksaan," katanya.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kini terus meningkat dibandingkan tahun pertama pelaksanaan program pada 2025.

Selain itu, ketersediaan obat-obatan juga dipastikan mencukupi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Heri mengimbau masyarakat tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"Sehat pun harus diperiksa, sehingga bisa diketahui apakah benar-benar sehat, berisiko, atau sudah memerlukan pengobatan rutin," jelasnya.

Dinkes Kabupaten Madiun optimistis target nasional sebesar 46 persen akan segera tercapai.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Madiun memasang target yang lebih tinggi, yakni 70 persen hingga akhir 2026.

"Pak Bupati menghendaki target tahun ini 70 persen, dan insya Allah kalau kondisinya stabil kami optimistis bisa mencapainya," tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
PKG Dinkes Kabupaten Madiun Pemeriksaan kesehatan Gratis