Jawa Pos Radar Madiun – Kecelakaan maut yang menewaskan dua orang setelah sebuah minibus terjun ke jurang di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, memunculkan desakan warga agar pemerintah segera memasang pagar atau tembok pengaman di lokasi.
Warga menilai ruas jalan menurun dengan tikungan tajam tersebut sudah lama menjadi titik rawan kecelakaan.
Minimnya fasilitas keselamatan membuat kendaraan yang kehilangan kendali berisiko masuk ke jurang di sisi jalan.
"Harapan kami ada benteng atau tembok atau pagar pengaman supaya kecelakaan seperti ini tidak terjadi lagi," ujar Pardi, warga setempat, Senin (27/7).
Menurut Pardi, kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi.
Baik sepeda motor maupun mobil beberapa kali mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalur tersebut.
"Sudah sering terjadi kecelakaan di sini, sepeda motor ada yang sampai masuk jurang, mobil juga pernah karena memang kondisi jalannya cukup berbahaya," katanya.
Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (22/7) malam.
Minibus Toyota Avanza bernomor polisi AE 1627 GW yang mengangkut rombongan pelayat asal Kecamatan Kebonsari mengalami kecelakaan tunggal setelah diduga kehilangan kendali saat melewati turunan dan tikungan tajam di Desa Segulung.
Kendaraan tersebut kemudian terjun ke jurang sedalam sekitar 25 meter.
Akibat kecelakaan itu, dua penumpang meninggal dunia, sedangkan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara, pengemudi kurang berkonsentrasi dan belum menguasai medan jalan.
Warga berharap tragedi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan fasilitas keselamatan di jalur rawan kecelakaan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Semoga segera ada perhatian dari pemerintah," harap Pardi. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto