Usai Laka Maut, Dishub Madiun Bakal Pasang Guardrail dan Lampu Jalan di Segulung

Dian Rahayu • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 20:20 WIB
TITIK RAWAN LAKA: Kondisi tikungan tajam di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, yang minim pagar pengaman. DOK RADAR MADIUN
TITIK RAWAN LAKA: Kondisi tikungan tajam di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, yang minim pagar pengaman. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Dishub Kabupaten Madiun merespons kecelakaan maut di Jalan Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, dengan berjanji memperjuangkan anggaran pemasangan fasilitas keselamatan jalan.

Usulan tersebut meliputi alat penerangan jalan (APJ), rambu peringatan, hingga guardrail atau pelindung jalan di lokasi rawan kecelakaan.

Kepala Dishub Kabupaten Madiun Suryanto mengatakan, pihaknya telah menerima usulan dari Pemerintah Desa Segulung terkait kebutuhan peningkatan sarana keselamatan di titik tersebut.

"Kalau memang mendesak untuk keselamatan masyarakat, insya Allah akan kami perjuangkan anggarannya," ujarnya, Senin (27/7).

Menurut Suryanto, titik rawan kecelakaan tidak hanya berada di Desa Segulung.

Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Dagangan, Kare, hingga Gemarang juga memiliki karakteristik turunan, tanjakan, dan tikungan tajam yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Namun, sebagian besar lokasi tersebut masih minim rambu lalu lintas maupun penerangan jalan karena berada di kawasan hutan, terkendala jaringan listrik, serta keterbatasan anggaran.

"Yang perlu penanganan bukan hanya Segulung, tetapi juga beberapa titik lain yang sama-sama rawan kecelakaan," katanya.

Suryanto mengungkapkan, pada tahun ini Dishub belum mengalokasikan pembangunan rambu maupun guardrail baru.

Program yang berjalan baru sebatas usulan relokasi lampu penerangan jalan umum (PJU) ke lokasi yang dinilai lebih membutuhkan.

Karena itu, pemerintah desa diminta aktif mengajukan proposal titik rawan kecelakaan agar dapat menjadi prioritas dalam pembahasan anggaran tahun berikutnya.

Dukungan anggota DPRD juga diharapkan dapat mempercepat realisasi usulan tersebut.

"Saya minta desa-desa yang mempunyai rawan kecelakaan monggo diusulkan, syukur-syukur kalau ada anggota DPRD di wilayah setempat bisa mengusulkan ke legislatif, nanti kami lakukan pengecekan lokasi," jelasnya.

Selain peningkatan infrastruktur, Dishub mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya di jalur pegunungan yang memiliki turunan dan tikungan tajam.

Pemerintah desa juga diminta terus mengedukasi masyarakat, terutama pengendara muda, agar mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan modifikasi kendaraan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

"Kami mengajak masyarakat selalu berhati-hati saat berkendara demi mencegah kecelakaan," pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
desa segulung jalur rawan kecelakaan Dishub Kabupaten Madiun