Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau membawa berkah bagi perajin bata merah di Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.
Proses pengeringan yang lebih cepat membuat kapasitas produksi meningkat.
Namun, di sisi lain, para perajin kini dihadapkan pada keterbatasan bahan baku tanah liat.
Perajin bata merah asal Desa Kincang Wetan, Nur Setiawan, mengatakan cuaca panas mempercepat proses pengeringan sehingga jumlah bata yang dapat diproduksi dalam satu kali pembakaran meningkat signifikan dibandingkan musim hujan.
"Keuntungan di musim kemarau memang pada proses pengeringan lebih cepat, akhirnya bisa cetak lebih banyak dari musim penghujan, sekali bakar itu bisa sampai 12 ribu sekarang, selisih sekitar 4-5 ribu," ujarnya, Selasa (28/7).
Meski produksi meningkat, Setiawan mengaku mulai kesulitan memperoleh tanah liat sebagai bahan baku utama.
Kondisi itu terjadi karena hampir seluruh perajin di kawasan Jiwan meningkatkan kapasitas produksi secara bersamaan sehingga kebutuhan bahan baku ikut melonjak.
"Kendalanya ini bahan baku, karena produksi naik jadi bahan bakunya agak menipis dan agak sulit didapat," terangnya.
Kondisi serupa juga dirasakan Diran, perajin bata merah dari Desa Kincang Kulon.
Ia mengaku produksi sangat bergantung pada ketersediaan tanah liat. Selama bahan baku tersedia, proses pencetakan dan pembakaran terus dilakukan.
Sebaliknya, ketika stok habis, aktivitas produksi harus dihentikan sementara.
"Kalau saya cetak dan bakar sendiri, jadi hanya mampu 350 sampai 400 saja sehari, kalau ada bahan saya cetak, dan bakar, kalau kosong ya sudah libur sampai bahannya datang, begitu saja," katanya.
Meski menghadapi keterbatasan bahan baku, para perajin tetap berupaya memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat selama musim kemarau.
Permintaan bata merah konvensional tidak hanya berasal dari wilayah Madiun, tetapi juga dari luar daerah seperti Solo dan Bojonegoro.
Sementara itu, harga jual bata merah masih relatif stabil, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per seribu bata jadi. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto