Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 76 pelajar dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Madiun mulai menjalani Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026, Selasa (28/7).
Mereka akan mengikuti pelatihan intensif dan karantina sebagai persiapan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun Sigit Budiarto yang membuka pemusatan pelatihan berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Dia meminta para peserta mematuhi seluruh aturan, menjaga disiplin, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin hingga hari pelaksanaan.
"Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Adik-adik bisa menjalankan seluruh aturan, meningkatkan kedisiplinan, serta diberikan perlindungan dan keselamatan sampai hari H tanggal 17 Agustus 2026," tuturnya.
Menurut Sigit, pelaksanaan pelatihan mendapat dukungan dari berbagai instansi.
Selain pelatih dari TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Komando Garnisun Tetap (Kogartap), kegiatan juga melibatkan Lanud Iswahjudi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tim kesehatan dari puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
"Tunjukkan amanah yang diberikan ini dengan penuh tanggung jawab dan kibarkan Merah Putih dengan rasa hormat serta cinta kepada tanah air dan bangsa," pesannya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun Hestu Wiradriawan menjelaskan, seluruh peserta merupakan hasil seleksi ketat dari ratusan pendaftar.
Sebanyak 76 peserta terdiri atas 48 putra dan 28 putri, sedangkan dua pelajar lainnya terpilih mewakili Kabupaten Madiun sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
"Dari total 76 peserta itu terdiri 48 laki-laki dan 28 perempuan dari seluruh SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Madiun. Dua peserta lainnya mengikuti Paskibraka tingkat provinsi," ungkapnya.
Selama pemusatan latihan, para calon Paskibraka akan mendapatkan materi baris-berbaris, tata upacara, hingga pembinaan karakter dari pelatih gabungan TNI dan Polri.
Setelah itu, mereka akan menjalani karantina selama tiga hari yang diisi pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Hestu berharap seluruh peserta memiliki kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan sehingga mampu menjalankan tugas pengibaran bendera dengan baik pada Upacara HUT RI Ke-81.
"Harapannya semua berjalan lancar dan mereka nantinya menjadi teladan sekaligus duta bagi sekolah masing-masing," katanya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto