MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun Ditunda, Fasilitas Air Bersih dan Toilet Belum Siap

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:00 WIB
DITUNDA: Jadwal MPLS dan pemusatan siswa berasrama di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Madiun mundur karena fasilitas air bersih dan toilet belum siap digunakan. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
DITUNDA: Jadwal MPLS dan pemusatan siswa berasrama di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Madiun mundur karena fasilitas air bersih dan toilet belum siap digunakan. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus pemusatan siswa berasrama di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun dipastikan mundur.

Penyebabnya, pasokan air bersih dan fasilitas sanitasi belum sepenuhnya siap digunakan.

Kepastian itu disampaikan Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial (Kemensos) RI Rachmat Koesnadi usai penetapan calon siswa SR Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun di Kelurahan Nglames, Jumat (31/7).

"Untuk kegiatan MPLS secara berasrama penuh (full boarding), penyesuaian jadwal bergeser sekitar seminggu hingga 10 hari ke depan. Kemungkinan besar antara tanggal 10 sampai 15 Agustus anak-anak baru masuk dan menghuni asrama secara penuh," ujarnya.

Rachmat menjelaskan, ruang kelas dan bangunan asrama pada dasarnya sudah siap digunakan.

Namun, instalasi distribusi air dari tandon utama ke masing-masing bangunan serta penyelesaian fasilitas toilet masih dikerjakan kontraktor PT Brantas Abipraya.

"Tinggal menunggu air dari tandon utama ke tandon di tiap bangunan. Mungkin dalam waktu tiga sampai 10 hari selesai. Untuk toilet dan tempat mandi sedang berproses terus. Kelas sudah siap fungsional, kantin juga tinggal finishing dan bersih-bersih. Pada prinsipnya kami mengutamakan kenyamanan dan keselamatan sanitasi anak-anak sebelum dihuni penuh," jelasnya.

Karena fasilitas sanitasi belum beroperasi penuh, seluruh calon siswa dipulangkan terlebih dahulu setelah mengikuti proses penetapan.

MPLS akan dilanjutkan setelah sarana pendukung siap digunakan.

"Hari ini anak-anak dipulangkan dulu. Nanti kalau sudah siap, MPLS dilanjut. Konsep SR Terintegrasi ini menganut prinsip multi-entry dan multi-exit, jadi sangat adaptif dengan kesiapan sarana prasarana serta lingkungan sekitar," imbuhnya.

Rachmat menambahkan, jumlah calon siswa gelombang pertama mencapai 361 orang.

Sebanyak 257–259 siswa berasal dari Kabupaten Madiun, sedangkan 90 siswa berasal dari Kabupaten Ponorogo.

Mereka terbagi pada jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan kuota sekitar 90 siswa setiap jenjang.

Adapun siswa asal Ponorogo masing-masing berjumlah sekitar 30 orang per jenjang. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun mpls kemensos