Kuota Haji Kabupaten Madiun 2027 Capai 461 CJH, Kemenhaj Mulai Verifikasi

Dian Rahayu • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Calon jemaah haji Kabupaten Madiun mulai mengurus administrasi untuk persiapan keberangkatan haji 2027. Foto: Dian Rahayu/Radar Caruban
Calon jemaah haji Kabupaten Madiun mulai mengurus administrasi untuk persiapan keberangkatan haji 2027. Foto: Dian Rahayu/Radar Caruban

Jawa Pos Radar Madiun – Kemenhaj Kabupaten Madiun mulai mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027.

Berdasarkan data verifikasi awal per 10 Juli, kuota sementara mencapai 461 calon jemaah haji (CJH).

Kepala Kemenhaj Kabupaten Madiun Bisri Mustafa mengatakan, verifikasi dilakukan untuk memastikan kesiapan jemaah, termasuk kemungkinan penundaan keberangkatan maupun kendala administrasi.

Jumlah kuota juga masih berpeluang bertambah pada tahap berikutnya.

"Itu data verifikasi awal, tujuannya memastikan kesiapan jemaah apakah siap berangkat, perlu ditunda, atau memiliki kendala yang harus diselesaikan dan tidak menutup kemungkinan jemaah yang naik porsi bertambah di tahap berikutnya," katanya, Rabu (5/8).

Sebanyak 461 CJH tersebut terdiri atas jemaah sesuai urut porsi, prioritas lansia, dan cadangan.

Mayoritas merupakan pendaftar haji pada awal Januari 2013.

Bisri menjelaskan, awalnya terdapat 26 calon jemaah dalam kategori prioritas lansia berusia di atas 85 tahun.

Namun, setelah dilakukan verifikasi, sebagian di antaranya diketahui telah meninggal dunia.

"Untuk data jemaah yang masuk dalam kategori prioritas lansia di atas 85 tahun sebenarnya ada 26 jemaah, kemudian setelah kami lakukan pengecekan kembali ternyata sebagian dari calon jemaah haji lansia ini yang telah meninggal dunia," ungkapnya.

Dia menambahkan, pelimpahan porsi memiliki aturan berbeda antara jemaah prioritas lansia dan reguler.

Jika jemaah prioritas lansia meninggal dunia, porsi dapat dilimpahkan, tetapi keberangkatan mengikuti jadwal porsi asli karena status prioritas lansia gugur.

Sebaliknya, jika jemaah reguler meninggal dunia dan porsinya dilimpahkan, pengganti dapat diberangkatkan pada tahun yang sama.

Selain verifikasi, Kemenhaj juga menyiapkan pemberkasan paspor.

Berkas calon jemaah telah dikumpulkan dan menunggu jadwal perekaman dari Imigrasi. 

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan istitaah jemaah.

"Setelah paspor diterbitkan, tahapan selanjutnya adalah perekaman visabio atau biometrik yang terintegrasi langsung dengan aplikasi resmi Arab Saudi untuk penerbitan visa haji," tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
kuota haji kabupaten madiun haji 2027 Calon Jemaah Haji Kemenhaj Kabupaten Madiun