Jawa Pos Radar Madiun - RSUD Dungus terus memperkuat transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan. Terbaru, rumah sakit milik Pemkab Madiun itu menghadirkan SI LARAS (Sistem Layanan Rawat Jalan Terintegrasi dan Responsif) untuk mempermudah komunikasi antara rumah sakit dengan pasien melalui WhatsApp.
Inovasi tersebut lahir sebagai solusi atas sejumlah tantangan pelayanan rawat jalan.
Mulai dari rendahnya pemanfaatan antrean online, pasien yang lupa jadwal kontrol, hingga masih terbatasnya media komunikasi resmi antara rumah sakit dan masyarakat.
SI LARAS digagas oleh Perawat Mahir RSUD Dungus, Mukhlis Karnoputro. Sistem ini dikembangkan Instalasi Rawat Jalan dengan mengedepankan pelayanan digital yang tetap mengutamakan pendekatan humanis.
"SI LARAS kami gagas bukan sekadar untuk memanfaatkan teknologi dalam pelayanan, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar bisa membuat pasien merasa lebih dekat dan diperhatikan. Kami ingin komunikasi dengan pasien tetap memiliki sentuhan manusiawi, meskipun dilakukan melalui WhatsApp," ujar Mukhlis.
Baca Juga: Hotel di Ngawi Mulai Penuh, Efek POPDA dan PEPARPEDA Jatim 2026
Berangkat dari Tantangan Pelayanan Rawat Jalan
Pengembangan SI LARAS didasarkan pada evaluasi pelayanan selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya terkait pemanfaatan antrean online yang masih belum optimal.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan penggunaan antrean online melalui aplikasi Mobile JKN di RSUD Dungus hingga akhir 2025 baru mencapai sekitar 25 persen. Padahal, rumah sakit telah menyediakan Pojok Mobile JKN untuk membantu pasien mengakses layanan digital tersebut.
Selain itu, jumlah kunjungan pasien rawat jalan juga mengalami penurunan. Pada 2024 tercatat sebanyak 28.311 kunjungan, sedangkan pada 2025 turun menjadi 26.832 kunjungan.
RSUD Dungus juga masih menemukan keluhan pasien yang disampaikan melalui kanal di luar layanan pengaduan resmi, seperti Google Review. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar perlunya penguatan komunikasi dengan pasien.
Manfaat SI LARAS bagi Pasien
SI LARAS memanfaatkan WhatsApp Business sebagai media komunikasi utama. Platform tersebut dipilih karena sudah akrab digunakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.
Melalui sistem pesan otomatis, pasien akan menerima berbagai informasi penting terkait layanan rawat jalan. Informasi dikirim secara terjadwal sehingga lebih mudah diterima dan tidak terlewat.
Baca Juga: Pol Espargaro Gantikan Vinales di MotoGP Inggris 2026, Trackhouse Perpanjang Kontrak Raul Fernandez
Fitur SI LARAS
Pengingat jadwal kontrol otomatis pada H-1 atau H-3.
Tautan survei kepuasan dan kanal pengaduan resmi.
Video panduan pendaftaran online dan penggunaan Mobile JKN.
Informasi layanan antar-jemput gratis.
Pesan personal yang memuat nama pasien dan jadwal kontrol.
Mukhlis mengatakan pendekatan personal menjadi pembeda utama SI LARAS dibanding layanan pesan otomatis pada umumnya.
"Kami ingin menghadirkan konsep touching without touching. Artinya, pasien tetap bisa merasakan perhatian dari rumah sakit meskipun tidak sedang berhadapan langsung dengan petugas. Pesan yang diberikan bukan hanya informasi, tetapi juga bentuk pengingat dan perhatian terhadap kebutuhan pasien," jelasnya.
SI LARAS merupakan pengembangan dari inovasi PIL RAJA (Pesan Informasi Layanan Rawat Jalan). Program tersebut sebelumnya sempat berjalan, namun mengalami kendala teknis sehingga tidak dapat dioperasikan secara maksimal.
Melalui pemanfaatan WhatsApp Business, sistem baru memungkinkan pengiriman pesan dilakukan secara massal, otomatis, dan terjadwal.
Hal itu membuat penyampaian informasi kepada pasien menjadi lebih efektif.
"Kami belajar dari pelaksanaan PIL RAJA sebelumnya. Ketika ada kendala teknis, kami mencoba mencari cara agar inovasi ini tidak berhenti. SI LARAS kemudian dikembangkan dengan dukungan sistem yang lebih memungkinkan untuk mengirimkan pesan secara terjadwal dan lebih terintegrasi," kata Mukhlis.
Target Tingkatkan Mutu Pelayanan
RSUD Dungus berharap SI LARAS mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat hubungan dengan pasien. Sistem ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat memanfaatkan antrean online.
Selain itu, inovasi tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kembali jumlah kunjungan pasien rawat jalan. Pada 2026, RSUD Dungus menargetkan kunjungan rawat jalan mencapai 29.615 pasien.
Mukhlis menegaskan bahwa keberhasilan SI LARAS bukan hanya diukur dari kecanggihan sistem, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Harapannya, SI LARAS bisa membuat pasien lebih mudah mendapatkan informasi, lebih memahami alur pelayanan, dan merasa bahwa rumah sakit hadir mendampingi mereka. Jadi, teknologi ini pada akhirnya tetap tentang manusia dan kebutuhan pasien," pungkas Mukhlis.
Melalui SI LARAS, RSUD Dungus menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu harus mengandalkan teknologi yang rumit.
Dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah dekat dengan masyarakat, pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih cepat, responsif, informatif, sekaligus tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. (ser)
Editor : Mizan Ahsani