DKPP Kabupaten Madiun Edukasi 100 Siswa SMPN 2 Mejayan, Tanamkan Pola Makan B2SA untuk Cegah Stunting

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 06:08 WIB
EDUKASI: Sebanyak 100 siswa SMPN 2 Mejayan memperoleh edukasi B2SA dari DKPP Kabupaten Madiun. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)
EDUKASI: Sebanyak 100 siswa SMPN 2 Mejayan memperoleh edukasi B2SA dari DKPP Kabupaten Madiun. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui layanan kesehatan, tetapi juga dengan membangun kebiasaan makan sehat sejak usia sekolah.

Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun kembali menggencarkan edukasi pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada pelajar.

Program B2SA Goes To School kali ini digelar di SMPN 2 Mejayan, Rabu (5/8).

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun, serta pihak sekolah.

Kegiatan ditandai dengan penyerahan poster dan pamflet edukasi B2SA dari DKPP kepada SMPN 2 Mejayan.

Sebanyak 100 siswa mengikuti sosialisasi sebagai perwakilan dari total 567 peserta didik di sekolah tersebut.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Kabupaten Madiun Sri Murdilah Goida Alfiah mengatakan, sasaran pelajar dipilih agar pemahaman mengenai konsumsi pangan sehat dapat ditanamkan sejak dini. 

Para siswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga maupun teman sebaya.

"Kami ingin mengedukasi anak-anak tentang konsumsi yang sehat. Harapannya mereka bisa menerapkan di keluarga dan menyebarkan pemahaman tentang konsumsi sesuai prinsip B2SA," ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pola makan sesuai kebutuhan tubuh berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Edukasi juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi selama masa pertumbuhan.

Edukasi Jadi Bagian Upaya Cegah Stunting

Materi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Fitryanti Indar Sari.

Selain membahas kebutuhan gizi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai hubungan pola makan sehat dengan pencegahan stunting.

"Intinya bagaimana konsumsi pangan yang sesuai kebutuhan tubuh agar nutrisi tercukupi sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi angka stunting," jelasnya.

Sri Murdilah menjelaskan, pada 2026 program B2SA Goes To School menyasar dua sekolah, yakni SMPN 2 Wungu dan SMPN 2 Mejayan.

Ke depan, DKPP berharap lebih banyak sekolah dapat memperoleh edukasi serupa.

"Goal kami adalah masyarakat, khususnya anak-anak, mengonsumsi pangan yang seimbang sesuai kebutuhan Angka Kecukupan Gizi," katanya.

Baca Juga: Mengenal MAPAN PAS RSUD Dungus, Inovasi yang Membuat Keluarga Pasien IGD Bisa Memantau Layanan secara Real-Time

Dikbud Dukung Pembentukan Generasi Sehat

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Arif Hendro Karyoto menyambut baik kolaborasi lintas instansi tersebut.

Menurutnya, edukasi mengenai konsumsi pangan sehat menjadi bekal penting bagi peserta didik.

"Kami memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kegiatan ini untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat dan berkualitas," tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMPN 2 Mejayan Budi Santoso. Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan program B2SA Goes To School.

Menurutnya, materi yang diterima siswa akan membantu mereka memahami cara memilih makanan yang sehat, aman, dan bergizi seimbang.

Pengetahuan tersebut penting agar kebutuhan gizi dapat terpenuhi sejak usia sekolah.

"Harapannya anak-anak bisa membedakan mana makanan yang sehat, aman, dan bergizi seimbang sehingga kebutuhan gizinya terpenuhi serta dapat mencegah kekurangan gizi maupun stunting," tuturnya.

Seratus siswa yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai tingkat kelas.

Mereka diharapkan dapat membagikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman lain yang belum mengikuti sosialisasi.

Dengan cara tersebut, manfaat program tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi dapat menjangkau seluruh warga sekolah. Pendekatan ini juga diharapkan memperkuat budaya konsumsi pangan sehat di lingkungan pendidikan.

"Kami berharap 100 anak ini dapat menggetoktularkan ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya sehingga manfaat kegiatan ini bisa dirasakan lebih luas," pungkas Budi. (odi/naz)

Editor : Mizan Ahsani
Kabupaten Madiun gizi DKPP SMPN 2 Mejayan B2SA