Jawa Pos Radar Madiun - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Melalui Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Vokasi, UNS menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Wisata Kare, Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Agustus 2026 tersebut mengusung tema "Peningkatan Kapasitas Pelaku Wisata Desa Kare Kabupaten Madiun".
Program ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk dukungan UNS terhadap pengembangan desa wisata.
Pelaksanaan kegiatan menggandeng Pemerintah Desa Kare yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis.
Selama dua hari, peserta memperoleh pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam mengelola dan melayani wisatawan.
Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teori. Peserta juga mengikuti praktik kepemanduan wisata hingga pembuatan konten video promosi sebagai sarana pemasaran digital destinasi.
Ketua tim pengabdian menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Tujuannya agar pelaku wisata mampu memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan prima.
Selain kepemanduan wisata, peserta juga memperoleh materi mengenai pengelolaan destinasi. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan, pengalaman wisatawan, dan keberlanjutan pengembangan destinasi.
Program pengabdian ini melibatkan berbagai unsur yang selama ini berperan dalam pengelolaan pariwisata Desa Kare. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam mengembangkan potensi wisata desa.
Peserta kegiatan terdiri atas pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), perangkat desa, pelaku usaha wisata, serta tokoh masyarakat.
Mereka merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan wisatawan.
Potensi Wisata Desa Kare Terus Berkembang
Pemilihan Desa Kare sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada meningkatnya aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi terus menunjukkan perkembangan.
Beberapa daya tarik wisata yang menjadi andalan Desa Kare antara lain Air Terjun Embo, kawasan camping ground, wisata kebun kopi, hingga jalur pendakian Gunung Wilis.
Potensi tersebut dinilai perlu didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dengan destinasi lain.
Melalui peningkatan kompetensi pelaku wisata, kualitas pelayanan kepada wisatawan diharapkan semakin baik.
Dampaknya tidak hanya meningkatkan kepuasan pengunjung, tetapi juga memperkuat citra Desa Wisata Kare sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Madiun.
Diharapkan Mendorong Ekonomi Masyarakat
Program Studi Usaha Perjalanan Wisata UNS berharap sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi desa. Penguatan kapasitas pelaku wisata dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan destinasi yang berkelanjutan.
Sekretaris Desa Kare mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara UNS dan pemerintah desa. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.
"Kami berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga pengembangan Desa Wisata Kare dapat dilakukan secara berkesinambungan," ujarnya.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat pembangunan desa melalui sektor pariwisata.
Selain itu, program ini sejalan dengan semangat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong perguruan tinggi menghadirkan inovasi dengan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara kampus dan pemerintah desa, pengembangan Desa Wisata Kare diharapkan berlangsung secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui sektor pariwisata. (*)
Editor : Mizan Ahsani