Jawa Pos Radar Madiun – Proyek jalan tembus Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban menuju Jalan Ahmad Yani segera memasuki tahap pengerjaan fisik.
Pengurukan badan jalan ditargetkan dimulai Oktober mendatang dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar.
Namun, pengurukan belum bisa dilakukan sepanjang trase jalan.
Persoalan tukar guling tanah kas desa (TKD) Ngampel yang belum tuntas membuat pekerjaan tahap awal hanya dapat dilakukan dari kawasan puspem hingga belakang Pendopo Ronggo Djumeno Caruban.
Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis mengatakan, ruas yang melintasi TKD Desa Ngampel baru dapat disentuh setelah proses tukar-menukar lahan memperoleh kepastian.
"Yang bisa dikerjakan sekarang hanya sampai belakang pendopo. Untuk wilayah Ngampel menunggu penyelesaian pembebasan atau tukar guling lahannya," ungkapnya, Jumat (7/8).
Belum tuntasnya persoalan lahan membuat cakupan pekerjaan tahap awal ikut berubah.
Kondisi tersebut sekaligus berpengaruh terhadap anggaran pengurukan yang sebelumnya disiapkan sebesar Rp 3,7 miliar.
Setelah volume pekerjaan dikurangi, kebutuhan anggaran disesuaikan menjadi sekitar Rp 3 miliar.
Selain perubahan cakupan pekerjaan, kenaikan harga material turut memengaruhi kalkulasi biaya proyek.
Boby mengatakan, penyelesaian tukar guling TKD Ngampel saat ini masih berproses dan menjadi kewenangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun.
Pekerjaan pada ruas yang melintasi wilayah Ngampel baru akan dilanjutkan setelah persoalan administrasi pertukaran aset tersebut memperoleh kepastian melalui Perubahan APBD (PAPBD) 2026.
"Kalau proses lahannya selesai di PAPBD, baru pekerjaan pada ruas Ngampel bisa kami lanjutkan," katanya.
Sesuai jadwal, pengurukan tahap awal ditargetkan dimulai Oktober setelah Perubahan APBD 2026 disahkan.
Pekerjaan tersebut menjadi langkah awal pembangunan akses baru yang menghubungkan kawasan Puspem Caruban dengan Jalan Ahmad Yani.
Pemkab Madiun memproyeksikan keberadaan jalan tembus tersebut tidak sekadar membuka akses baru menuju kawasan pusat pemerintahan.
Infrastruktur itu juga diharapkan membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Caruban. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto