Jawa Pos Radar Madiun – Kursi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Madiun masih banyak yang kosong.
Dari kapasitas 1.200 siswa yang disediakan, baru 261 anak asal Kabupaten Madiun yang tercatat mengisi kuota tersebut.
Artinya, masih terdapat 939 kursi yang belum terisi.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun pun berjanji terus melakukan penjangkauan calon siswa dari keluarga kurang mampu untuk mengejar kuota.
Kepala Dinsos Kabupaten Madiun Supriyadi menilai capaian tersebut masih dapat dimaklumi.
Sebab, Sekolah Rakyat baru mulai berjalan tahun ini dan memasuki tahun ajaran pertamanya.
“Karena masih baru berjalan. Berikut-berikutnya akan kami tingkatkan,” ujarnya, Jumat (7/8).
Supriyadi menyebut tidak ada kendala teknis khusus dalam upaya memenuhi kuota siswa.
Namun, Sekolah Rakyat merupakan program baru sehingga sosialisasi kepada masyarakat masih perlu diperluas.
Mekanisme penerimaan siswa Sekolah Rakyat juga berbeda dengan sekolah reguler.
Pemerintah harus aktif menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menjadi sasaran program.
“Pada prinsipnya, SR itu berbeda dengan sekolah biasa. Kalau sekolah yang lain itu siswa yang datang. Tetapi kalau di SR ini, kami melakukan penjangkauan kepada mereka-mereka yang sekiranya tidak mampu,” terangnya.
Dinsos memastikan penjaringan calon siswa bakal terus dilakukan.
Salah satunya memanfaatkan data by name by address dari Kementerian Sosial untuk menemukan anak yang memenuhi kriteria.
Cakupan pencarian juga dapat diperluas apabila calon siswa yang berasal dari basis data tersebut belum mampu memenuhi daya tampung yang tersedia.
Namun, sasaran tetap diprioritaskan bagi anak dari keluarga tidak mampu.
“Kalau dari pendataan semuanya sudah kita lakukan penjangkauan dan itu masih dijumpai kekurangan siswa, maka kita diperkenankan untuk melakukan penjangkauan ke yang lain. Asalkan mereka dari keluarga yang tidak mampu,” tandas Supriyadi. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto