Jawa Pos Radar Madiun – Gelaran Sepasar Ing Madiun (Sepasma) tak sekadar menjadi pesta rakyat dalam rangkaian Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.
Tiga kali penyelenggaraan di wilayah berbeda mampu mencatat perputaran uang hingga Rp 5,3 miliar.
Besarnya transaksi tersebut terungkap dari hasil evaluasi pelaksanaan Sepasma.
Dari tiga lokasi, gelaran di wilayah utara menjadi penyumbang perputaran uang terbesar, disusul wilayah selatan dan tengah.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi capaian tersebut.
Menurut dia, besarnya transaksi menunjukkan kegiatan pemerintah daerah yang melibatkan pelaku UMKM mampu memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
’’Ini menunjukkan kegiatan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,’’ ujarnya, Minggu (9/8).
Sepasma di wilayah utara yang dipusatkan di Lapangan Tiron, Desa Tiron, Kecamatan Madiun, mencatat transaksi tertinggi. Perputaran uang di lokasi tersebut mencapai sekitar Rp 2,5 miliar.
Sementara itu, gelaran di wilayah selatan yang berlangsung di Lapangan Rekso Wilis, Desa Sareng, Kecamatan Geger, membukukan transaksi sekitar Rp 1,6 miliar.
Sedangkan Sepasma wilayah tengah di Alun-Alun Reksogati Caruban menghasilkan perputaran uang sekitar Rp 1,2 miliar.
’’Perputaran di wilayah utara paling tinggi hampir dua kali lipat,’’ tambah Hari.
Di balik tingginya perputaran ekonomi, pemkab masih mencatat sejumlah pekerjaan rumah dari penyelenggaraan Sepasma.
Salah satunya terkait keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung program pemerintah daerah.
Hari memperkirakan tingkat keterlibatan ASN saat ini baru sekitar 75 persen.
Dia menginginkan seluruh aparatur memiliki rasa memiliki terhadap program pemkab sehingga partisipasinya dapat mencapai 100 persen.
’’Seluruh ASN harus memiliki kepedulian dan ikut menyukseskan setiap program pemerintah daerah,’’ tegasnya.
Evaluasi juga menyasar teknis penyelenggaraan.
Penataan lokasi kegiatan, rekayasa arus lalu lintas, hingga manajemen parkir diminta lebih diperhatikan apabila kegiatan serupa kembali digelar.
Perbaikan tersebut dinilai penting agar tingginya animo masyarakat terhadap Sepasma dibarengi kenyamanan pengunjung.
Di sisi lain, ruang promosi dan transaksi bagi UMKM diharapkan semakin optimal. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto